Soft Opening Restoran Minang Terbesar di Dunia, The New Natrabu Cilegon Tumpah Pengunjung

  • Bagikan

PRESKOM PT Bally Hotel Internasional&Convention Centre, Pengelola Restoran Minang terbesar di dunia, The New Natrabu Cilegon, Bally Saputra sedang menyampaikan sambutan di depan para tamu saat soft opening hari pertama, Sabtu (16/4). (Foto : Awe)

CILEGON – Luar biasa. Sambutan para pengunjung pada soft opening hari pertama Restoran Minang terbesar di Dunia, The New Natrabu Hotel Mangku Putra (GMP) Cilegon, Banten benar benar diluar dugaan panitia.

“Kita mempredikasi jumlah tamu dan pengunjung hanya sekitar 600 orang, tapi dalam hitungan kami sudah mencapai 700 orang. Alhamdulillah kami sangat senang,” ujar Bally Saputra, CEO Riyadh Grup Indonesia, induk perusahaan PT Bally Internasional Hotel&Convention Centre (BIHCC) yang mengelola Hotel GMP dan Restoran the New Natrabu, disela sela acara Soft Opening, Sabtu (16/4).

Menurut Bally, tingginya animo tamu dan pengunjung yang datang menunjukan bahwa kehadiran restoran yang berlokasi di Hotel GMP Cilegon Timur ini memang sangat ditunggu oleh mereka.

Para tamu yang hadir dan pengunjung umum, sebut Bally, melampaui kapasitas tempat duduk yang disediakan. Sehingga mereka terpaksa duduk di luar seat yang disediakan oleh panitia, tetapi tetap dilayani oleh 35 pelayanan.

Istri Bally Saputra, Leksis juga turun tangan melayani pembagian menu untuk para tamu. Sebab jumlah para pelayanan sangat tidak sebanding dengan jumlah tamu yang dilayani. Leksis membantu mengarahkan pelayan mendistribusikan menu.

Bally mengemukakan, para tamu pada hari pertama soft opening adalah kalangan ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, aktifis kota cilegon dan tokoh berbagai partai.

Selain itu juga hadir komunitas ibu ibu dari kota industri terkaya ke 5 di Indonesia, tamu khusus Bally dari Sumatera Barat dan relasi Riyadh Grup Indonesia dari Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Restoran the New Natrabu merupakan hasil kerjasama antara PT BIHC dan Ahli Waris Hotel GMP dengan manajemen Restoran Natrabu. Restoran ini memiliki lantai cukup luas mulai sisi pintu masuk hotel hingga belakang dan pinggir kolam renang.

Resto ini dirancang untuk 900 kursi terdiri dari VVIP room, ruangan AC dan ruang terbuka dekat kolam renang. Kursi untuk pemesanan makanan juga disediakan di dalam ballroom dan meeting room.

SIMAK JUGA :  Kapolres dan Forkopimda Bukittinggi Razia Kesehatan di Pintu Masuk Kota

Resto menyediakan menu andalan Natrabu seperti kepala ikan, rendang, dan sambalado tanak, serta berbagai aneka menu tradisional Minang lainnya.

Selama bulan Ramadhan juga disediakan menu berbuka seperti kolak dan es buah dengan campuran es yang sangat seimbang, sehingga terasa enak di lidah. Menu juga ditutup dengan buah buahan segar yang sudah digabung dalam porsi individu dan tabel porsi.

Hotel GMP juga menyediakan satu mesjid untuk sholat yang berlokasi keluar arah belakang dari kolam renang menuju jalan arah kiri. Atau langsung dari pintu masuk hotel arah belakang. Mesjid ini berkapasitas 100 jemaah.

Hotel GMP juga memiliki areal parkir yang sangat luas mulai dari depan hotel, sayap kanan dan sayap serta dibelakang hotel. Total daya tampung parkir hotel ini mencapai 1.000 mobil.

Menurut Bally, selain mengandalkan Restoran the Natrabu untuk rebranding Hotel GMP, pihaknya juga akan merestorasi ballroom dan ruang meeting untuk menyasar pasar weeding, konvensi dan meeting ruang terbatas.

Ballroom Hotel GMP akan diubah menjadi lebih modern dengan lantai import dan dinding serta plafonnya dilengkapi dengan akuistik canggih, sehingga suara di dalam ballroom bisa diredam tidak menggangu ke luar dan terasa nyaman di telinga tamu di dalam ballroom.

Hotel GMP juga melayani tamu kelas atas yang menggunakan transportasi helikopter dengan menyediakan satu landasan heli di bagian belakang hotel.

“Kami juga melayani permintaan pesanan heli bagi tamu yang ingin menikmati wisata udara melihat keindahan pantai Gunung Karakatau dengan tarif sangat bersaing, termasuk antar jeput tamu dari Jakarta ke Cilegon,” papar Bally.

PT BIHC juga akan melengkapi sarana kondomininium, mall life style dan cottage di kawasan hotel GMP, sebagai bagian dari program restorasi hotel GMP secara keseluruhan.

“Target kami, kawasan Hotel GMP menjadi kawasan hunian dan kuliner terbesar di Banten, sehingga menjadi alternatif tamu dari kawasan industri Cilegon yang selama ini lebih banyak lari ke Tangerang,” kata Bally mengakhiri. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *