GUNUNGKIDUL, harian Indonesia.id –
Kemakmuran sebuah daerah diukur dari seberapa kreatif masyarakat nya, Karna masyarakat yang kreatif menunjukkan daya saing dan kemajuan ekonominya.
Desa Rejosari salah satu desa yang ada di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri ini selain memiliki wisata religius di Dusun Kali Gayam Lor, Rejosari juga memiliki kelompok UMKM yang tersebar di tiap dusun nya.
Salah satu UMKM yang terus bergeliat maju adalah kelompok pembuat tusuk sate di Dusun Sempu Kidul, dengan memanfaatkan bahan baku bambu yang sangat melimpah, di tambah dengan dukungan pemerintah Desa Rejosari khususnya Kepala Desa yang terus memberikan pendampingan kepada kelompok industri kecil tusuk sate ini.
Adalah Wagino (50) warga Sempu kidul pengrajin tusuk sate yang memulai usaha sejak tahun 2014 ini terus meningkatkan produksi tusuk satenya. Saat di temui awak media yang di dampingi oleh Kepala Desa Rejosari H. Paliyo di rumahnya, Jumat (25/10/09) Wagino mengatakan saat ini produksi nya terus meningkat apa lagi setelah memiliki mesin khusus pembuat tusuk sate.
“Alhamdulillah mas setelah saya mengunakan mesin, produksi tusuk sate kami mulai meningkat, yang semula produksi dengan alat manual itu satu hari bisa menghasilkan 4000 tusuk sekarang dengan mesin bisa 2 sampai 3 x lipat mas,” tuturnya.
Wagino juga menambahkan prodaknya di pasarkan ke luar Gunungkidul, diantanya pasar watukelir, Manyaran dan Sukoharjo. Ia juga menjelaskan saat bulan haji pesanannya meningkat.
Berbeda dengan Painem (53) ibu rumah tangga dengan dua orang putra-putri ini, sudah memulai usaha tusuk satenya sejak 10 tahun silam, saat ini Painem sudah menjadi pengepul tusuk sate yang di produksi oleh warga Sempu kidul dan dusun lainnya, saat ini Painem dan suaminya Sutiono M.Pd (55) membina 20 orang pekerja yang sebagian penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah mas dengan ketekunan kami akhirnya kami bisa berbagi dengan masyarakat, yang tadinya kaum ibu di sini tidak memiliki pekerjaan sekarang mau bergabung dengan kami, buat tambah-tambah penghasilan keluarga, kami juga membina warga disabilitas mas, dan hasilnya luar biasa walaupun mereka memiliki kekurangan fisik tapi semangat nya yang luar biasa,” ungkap Paniem.
Paniem juga mengatakan kendala yang di hadapi saat ini tenaga kerja yang sebagian adalah petani dan permodalan.
“Kendalanya itu saat musim tanam mas, Karna kalo produksi kan tidak bisa berhenti tapi kalo di sini saat musim tanam dan panen mereka semua ke sawah mas, problem ini yang masih kami cari solusinya, kalo permasalahan pasar kami tidak kawatir,” katanya.
Ia berharap pemerintah Rejosari terus mendamping para pengrajin industri tusuk sate di Dusun Sempu.
Kepala Desa Rejosari H. Paliyo yang mendampingi awak media berkeliling dusun Sempu kidul ini mengatakan pemerintah desa akan terus mendampingi para pengrajin tusuk sate di dusun Sempu Kidul.
“Kami akan sekuat tenaga agar bagaimana caranya warga kami bisa terus maju mas, seperti kemarin kami juga telah menerima mesin pembuat tusuk sate dari kementerian perdagangan dan perindustrian, tapi Karena alatnya juga mahal jadi kami di beri satu, sehingga bagaimana bantuan ini di gunakan oleh kelompok semaksimal mungkin, secara teknisnya saya serahkan ke kelompok pengrajin tusuk sate,” ungkap Paliyo.
Paliyo mengatakan kedepannya industri kecil ini bisa terkoneksi dengan BUMDES yang ada di desa, dan sebagai aset Desa sehingga apa yang di cita-cita kan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten bisa terwujud.
(WAP)







