Matsani Apreasiasi Kesbangpol Gelar Acara Pembauran pada HUT 498 DKI Tanpa Dana APBD

oplus_2

Kepala Kesbangpol Propinsi DKI Jakarta Muhammad Matsani sedang menyampaikan sambutan di depan peserta Gebyar Kebangsaan dan Pembaruan di Tamini Square Jakarta, Jumat (27/6/2025). Matsani mengaku bangga acara Gebyar dilaksanakan tanpa dukungan dana APBD. (Foto : Rika/HI)

JAKARTA – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Muhammad Matsani memberikan apresiasi kepada anak buahnya yang mampu menggelar acara di HUT ke 498 DKI Jakarta, tanpa didukung dana APBD.

oplus_2

“Saya merasa bangga dengan Ibu Herlina dan kawan kawan dari Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang mampu menggelar acara sebesar ini tanpa didukung oleh dana APBD dan sukses pula,” kata Matsani saat menyampaikan sambutan di depan peserta Gebyar Pembauran Kebangsaan di Tamini Square Jakarta Timur, Jumat (27/6/2025).

oplus_2

Acara Gebyar Pembauran Kebangsaan digelar Sub Kelompok Pembauran Kebangsaan Kesbangpol DKI Jakarta dengan mengusung tema Seni Budaya dan Kuliner Nusantara. Acara digelar selama tiga hari, 27-29 Juni 2025.

Sebelumnya, Kesbangpol DKI Jakarta juga sukses menyelenggarakan acara seminar kebangsaan dan pembauran di Hotel Tivia Heritage Cempaka Putih Jakarta Timur.

Matsani menyebut kegiatan kebangsaan dan pembauran pada HUT DKI Jakarta menunjukan bahwa Kota Jakarta sebagai ibukota negara sangat akrab dengan pembauran.

DKI Jakarta memiliki penduduk multi etnik termasuk Cina, Arab dan India. Dan warga Jakarta sudah terbiasa bergaul dengan lingkungan beda etnik dan agama.

Meskipun saat ini sudah ada wacana untuk pemindahan ibukota negara ke IKN, kata Matsani, tetapi sampai saat ini Jakarta masih memegang status sebagai Ibukota Negara.

Pemindahan ibukota negara ke IKN masih harus menunggu lahirnya Surat Keputusan dari Presiden Prabowo Subianto. Selama Keppres tersebut belum muncul maka DKI Jakarta masih akan mengemban fungsi sebagai ibukota negara.

Selama hampir 500 tahun menjadi kota, dan ibukota negara Jakarta banyak melalui masa pahit dan manis termasuk dalam hubungan antarwarga. Namun, selama ini pula Jakarta mampu membangun jatidiri sebagai kota yang aman dan nyaman bagi warganya.

SIMAK JUGA :  Sejalan dengan Program Prabowo Subianto, Mawardi Yahya Akan Mendorong Sumsel Swasembada Pangan

Matsani sempat bertanya langsung kepada peserta Gebyar Kebangsaan dan Pembauran apakah mereka bangga menjadi warga Jakarta, yang dijawab serempak “bangga”.

Muhamamad Matsani baru dilantik sebagai Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, 7 Mei 2025 menggantikan Drs. Taufan Bakri, M.Si.

Namun Matsani mengaku bahwa dirinya bukan orang baru di jajaran Kesbangpol DKI Jakarta. Dia mengaku banyak bergaul dengan tokoh lintas etnis dan agama saat meniti karir di Kesbangpol.

Bahkan banyak diantara tokoh etnis itu yang sebelumnya adalah aktififis, dan kini, kata Matsani bergabung di Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kesbangpol DKI Jakarta.

Dengan ditunjuk Gubernur Pramono Anung sebagai Kepala Kesbangpol, Matsani mengaku keberadaan kawan mantan aktifis di FPK itu akan sangat membantu dirinya dalam meningkatkan harmonisasi dari keberagaman pembauran di DKI Jakarta.

Sebelumnya, Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DKI Jakarta Ir. Budi Siswanto juga sempat panjang lebar membahas dinamika pembauran di Kota Jakarta.

Tarian Kicir kicir

Acara Gebyar Kebangsaan dan Pembauran yang dikemas Subdit Pembauran Kesbangpol DKI Jakarta bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) berhasil memuaskan para pengunjung dengan menampilkan Tarian Kicir kicir yang merupakan warisan Betawi dan pernah sangat populer di Tanah Air.

Penampilan Tari Kicir kicir didukung oleh Angklung dari Wanita Sarinah
Berkebaya (WSB) pimpinan Ibu Emilia/Ibu Wiwik (WSB).

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan tunggal Puteri Anak Indonesia Jakarta Pariwisata 2025 yang membawakan Gitar Bas, dengan lagu Dangdut yang membuat para peserta yang terdiri dari Ami ami dan Aki aki bergoyang di depan Kepala Kesbangpol Muhammad Matsani yang hadir dalam acara bersama ‘mantan pacar’ yang kini telah menjadi istrinya. (*)

Penulis : Rika Oktavia
Editor : Awaluddin Awe