Komitmen Bersama Untuk Menjaga Irigasi Tetap Bersih dan Bebas Dari Bangunan liar di Kabupaten Magelang

  • Bagikan

Balai PSDA Probolo, DPUPR Kabupaten Magelang, Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magelang, Kordinator Kelompok Wilayah Progo Hulu Mantri Pengairan, serta Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi Tangsi. Rabu, ( 29/5/2024 ).

Harianindonesia.id – Magelang, Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Progo Bogowonto Luk Ulo (PSDA Progo Bogowonto Luk Ulo) telah melakukan pemasangan papan larangan di daerah irigasi tangsi. Kegiatan ini dilakukan di Dusun Kujon, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Pada Rabu, ( 29/5/2024 ).

” Pemasangan papan larangan tersebut dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya pelanggaran terhadap tanggul irigasi dan untuk memastikan kelancaran operasional irigasi”.

Kepala Balai PSDA Probolo, Fredy Nurcahya, menjelaskan bahwa tujuan dari pemasangan papan larangan ini adalah agar tidak terjadi pelanggaran terhadap tanggul irigasi dan tidak mengganggu operasional irigasi ketika ada galian sedimen atau perbaikan kerusakan pasangan batu liningnya. Selain itu, pemasangan papan larangan ini juga bertujuan untuk mencegah pedagang kaki lima (PKL) menggunakan sempadan sungai irigasi sebagai tempat mendirikan bangunan permanen atau semi permanen untuk usaha.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir juga DPUPR Kabupaten Magelang, Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magelang, Kordinator Kelompok Wilayah Progo Hulu Mantri Pengairan, serta Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi Tangsi. Mereka memberikan dukungan terhadap pemasangan papan larangan ini dan menyatakan komitmennya untuk menjaga sempadan irigasi agar tetap bersih dan bebas dari bangunan liar.

Selain itu, dalam koordinasi dengan Kepala DPUPR Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, juga dijelaskan bahwa saluran irigasi memiliki fungsi penting dalam pengairan lahan pertanian dan tanggul saluran juga berfungsi sebagai jalan inspeksi dan perlindungan setempat.
Dengan menjaga fungsi tanggul dan saluran irigasi yang baik, dapat memberikan layanan yang baik pula kepada masyarakat.

SIMAK JUGA :  Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Pusat, Menolak Draf RUU Penyiaran yang Dihasilkan Badan Legislasi DPR RI

Satpol PP Kabupaten Magelang, Nurcholis, juga menyampaikan bahwa langkah untuk mengatasi maraknya PKL di area tersebut adalah dengan berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan patroli malam hari. Harapannya, area tersebut bisa bebas dari PKL demi menjaga kebersihan dan keindahan Candi Borobudur yang merupakan ikon Kabupaten Magelang.

Semua pihak berharap bahwa dengan adanya pemasangan papan larangan dan upaya penertiban PKL, dapat menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan aman di sekitar area irigasi tangsi.

( Tri )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *