Diskusi Satupena, Denny JA: Pandemi Lebih Memukul Pariwisata Bali Daripada Teror Bom 2002

  • Bagikan
Denny JA. Foto: Youtube Denny JA's World.

JAKARTA – Dampak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata Bali jauh lebih berat daripada teror bom Bali 2002, karena kedatangan turis asing pada 2020 turun hampir 100 persen.

Hal itu diungkap Denny JA, selaku Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia, Satupena dalam diskusi secara online di Jakarta, Kamis 12 Mei 2022 malam.

Dikusi yang bertopik “Kebangkitan Pariwisata Bali” ini dipandu oleh Swary Utami Dewi dan I Nengah Suardhana.

Menurut Denny, ada empat alasan pariwisata di seluruh dunia merosot. Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), beralasan: pertama, ada larangan penerbangan. Kedua, keharusan karantina. Ketiga, hotel tutup karena rugi. Keempat, turis takut tertular Covid.

Denny menuturkan, untunglah ada kabar menggembirakan. Data BPS menunjukkan, kedatangan turis asing pada kuartal-I 2022 naik 228,24 persen dibanding kuartal-I 2021.

Pariwisata dunia naik 4 persen pada 2021 dibandingkan 2020, atau 415 juta turis dibanding 400 juta.

“Mengapa pariwisata di Bali naik? Karena larangan masuk warga negara asing dari 14 negara telah dicabut,” ujar Denny.

Selain itu, mulai 22 Maret 2022 diberlakukan visa on arrival kepada warga asing dari 42 negara di Bali.

“Ditambah lagi, karantina pelaku perjalanan luar negeri ke Bali sejak 7 Maret tidak lagi diwajibkan,” ujar Denny. ***

SIMAK JUGA :  Puncak HKSN, Presiden Ajak Gotong Royong Lawan Pandemi Covid-19
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *