Tiga Bulan Belum Terima Gaji, Supir dan Karyawan Bus Trans Padang Mogok Kerja

Sumbar,Harianindonesia.id — Bus Trans Padang koridor 02 jurusan Pasa Raya- Bungus Teluk Kabung melakukan aksi mogok kerja, Selasa 30 Desember 2025.

Armada Bus Trans Padang terlihat tidak beroperasional seperti biasanya dan berkumpul di Pool Koridor 2 Bus Trans Padang yang terletak di Bungus Teluk Kabung.

Menurut informasi yang didapat awak media Harianindonesia.id, tidak beroperasionalnya angkutan massal ini disebabkan supir dan karyawan Trans Padang belum menerima gaji selama Tiga bulan.

Seorang sopir Bus Trans Padang Koridor 02 mengatakan gajinya belum dibayarkan sejak bulan Oktober sampai Desember 2025 ini. Ia hanya diberikan pinjaman sebanyak 2 juta pada bulan Oktober, Kemudian gaji untuk bulan November dan Desember 2025 belum diterima sampai saat ini,Sedihnya.

“Kami diminta profesional dalam menjalankan tugas, tapi hak kami diabaikan,Seakan akan kami tak butuh makan dan biaya keluarga kami” ujar seorang sopir yang minta namanya tidak disebutkan.(30/12)

Saat yang sama, Direktur Utama PT Bungus Teluk Kabung, Ajeng menjelaskan kepada wartawan saat dikonfirmasi bahwa mereka para sopir meminta untuk dibayarkan gajinya,setelah itu baru mereka bekerja kembali, ujarnya.

Heru, calon penumpang Bus Trans Padang koridor 02 yang di jumpai di halte mengaku kecewa dan tidak mengetahui sebelumnya akan terjadi aksi mogok ini dan kami berharap kejadian dapat diselesaikan secepatnya dan kami dapat menggunakan angkutan tersebut.

“Saya sudah dari jam 06.30 wib pagi menunggu angkutan Bus Trans Padang ini, tapi tidak kunjung datang juga, bisa-bisa terlambat saya masuk kerja” kata Heru kepada awak media.

Hal senada juga dikeluhkan seorang pegawai Kecamatan amat Teluk Kabung yang sudah terbiasa menggunakan Bus Trans Padang sebagai transportasi pergi dan pulangnya ke kantor Kecamatan.

SIMAK JUGA :  Harga TBS Sawit Anjok, Petani Dharmasraya Merugi

Ia mengaku tidak mendapatkan informasi akan adanya aksi mogok kerja yang menyebabkan dia terlambat masuk kantor dikarenakan terlanjur lama menunggu Bus Trans Padang di halte.

Selanjutnya pihak media melakukan konfirmasi melalui whatsapp kepada Kadis Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan namun belum direspon juga sampai berita ditayangkan.

Selanjutnya Awak media mencoba konfirmasi kepada Perumda Kota Padang, Direktur Utama PT. Padang Sejahtera Mandiri (PSM), Alvino Martha melalui WhatsApp pribadinya,namun cukup di sayangkan para pengurus perumda tidak memberikan merespon alias Bungkam atau alergi dengan awak media harianindonesia id.

Lebih lanjut, Sopir dan karyawan akan tetap tidak mau menjalankan tugasnya  sampai persoalan ini diselesaikan dan kami akan terus berlanjut dan meminta gubernur Sumatra Barat cepat menindak lanjuti permasalahan ini agar para karyawan dan supir dan memenuhi kebutuhan keluarganya***.

 

 

Reporter: JJ

Editor : Eman Melayu