Hubungan pertemanan Rusia dengan Indonesia sejak Presiden Soekarno dan Nikita Khrushchev
Atas Tindakannya Menginvasi Ukraina, Rusia Dikecam Banyak Negara di Dunia. Bagaimana dengan Sikap Indonesia Terhadap Bekas Uni Soviet Tersebut?
HarianIndonesia – Invasi Rusia terhadap Ukraina masih sorotan publik internasional.
Hingga saat ini, kedua negara belum ada sepakat untuk melakukan gencatan senjata.
Bahkan, Rusia dikecam banyak negara di dunia. Terlepas dari itu, ternyata Presiden Rusia Vladimir Putin pernah mengungkap bahwa Indonesia adalah teman sejati dari Rusia.
Hal itu dikatakan Presiden Vladimir Putin saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Mei 2016 lalu.
Putin menyatakan, Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) Soekarno sebagai sahabat sejati Rusia.
Putin mengungkapkan, fondasi kerja sama Rusia-RI telah dibangun sejak lama, pada era pemerintahan Presiden Soekarno.
Kerja sama RI-Rusia sudah merupakan hubungan yang dibangun lama. Hubungan ini berawal dari sikap yang ditetapkan Presiden Soekarno yang merupakan teman sejati Rusia.
“Hubungan baik ini dibangun oleh teman karib bangsa kami, presiden pertama Indonesia Soekarno. Kami mengingat hari ini, 60 tahun yang lalu, yaitu tahun 1956, beliau berkunjung untuk bertemu pemimpin-pemimpin kita. Pertemuan kami ini dengan Presiden RI Joko Widodo bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang,” ujar Preside Putin saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bucherov Rucey, di kediaman resmi Presiden Putin di Sochi, Rusia, Kamis (18/5/2016) lalu, sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Presiden Jokow Widodo.
Presiden Putin mengenang kunjungan bersejarah yang dilakukan Presiden Soekarno pada tahun 1956. Di mana saat perekonomian global mengalami guncangan, terjadi penurunan perdagangan bilateral. Namun, dengan pertemuan (Soekarno degan Nikita Khrushchev) terdapat peningkatan dari segi volume perdagangan bilateral.
“Saya sangat berkeyakinan bahwa yang diperlukan bukan hanya melanjutkan hubungan bilateral, tapi dorongan baru untuk meningkatkan interaksi,” kata Putin.
Dikatakan Putin, ada pondasi dorongan kuat dari pihak Rusia untuk meningkatkan kerja sama melalui peningkatan intensitas pertukaran misi dagang pengusaha kedua negara.
Putin juga menyatakan kesediaan Rusia mendukung secara sistematis pengusaha kedua negara untuk menjalin kemitraan erat berdasarkan syarat saling menguntungkan.
“Kami juga membahas tentang gagasan untuk membangun zona perdagangan bebas,” kata putin. dia.
Rusia, lanjut Presiden Putin, juga bertekad unuk mendukung Indonesia mewujudkan program Presiden Jokowi membangun infrastruktur berskala besar, seperti jalur kereta api di Kalimantan dan pembangunan prasarana masa depan.
Dikutip dari Kompas.com, Rusia juga membangun industri pertambangan nikel, perminyakan di Bali dengan nilai investasi US$ 13 miliar, dan menginvestasikan US$ 2,8 miliar untuk pembangkit listrik berkapasitas 1,8 gigawatt. Lalu, Rusia juga tertarik dalam pengadaan berbagai jenis kapal, termasuk kapal dan berbagai jenis pelabuhan terapung.
Source: tribun medan







