MENTERI PU Dody Hanggodo didampingi Wamen PU Diana dan Dirjen Bina Marga tertawa menanggapi pernyataan anggota Komisi V DPRRI di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Foto ; Humas KemenPU)
JAKARTA – Kementerian PU menyampaikan realisasi pengerjaan proyek pada tahun 2025 dan memaparkan program kerja tahun 2026 di depan anggota DPRRI, Rabu (4/2/2026).
Hasil kerja pada tahun 2025 dilaporkan terjadi kenaikan serapan anggaran mencapai 95,23 persen, dari total anggaran Rp112,13 triliun dan capaian fisik sebesar 95,17 persen.
Pencapaian hasil kerja 2025 ini lebih tinggi 1,43% dibanding realisasi 2024 yakni sebesar 93,8%.
“Capaian ini masih berpotensi meningkat seiring dengan pencatatan aset lahan jalan tol oleh Lembaga Manajemen Aset Negara serta penyelesaian administrasi pembayaran pekerjaan hingga akhir Maret 2026,” papar Menteri PU Dody Hanggodo dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta.
Dijelaskan, serapan anggaran tersebut tercermin dari hasil kegiatan pembangunan yang dilakukan Kementerian PU melalui berbagai bidang sebagai berikut :
Pada bidang Sumber Daya Air telah terbangun jaringan irigasi seluas 13.000 hektar, merehabilitasi jaringan irigasi seluas 123.000 hektar, serta melaksanakan pengendalian banjir sepanjang 88,79 kilometer dan pengamanan pantai sepanjang 14,41 kilometer.
Selain itu, pengembangan air baku mencapai kapasitas 0,25 m³/detik, pembangunan 1.200 titik sumber air tanah, serta pelaksanaan program P3-TGAI di 9.597 lokasi.
Di bidang jalan dan jembatan, telah dibangun jalan baru sepanjang 113 kilometer, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 720 kilometer, pembangunan jembatan sepanjang 2,5 kilometer, serta 48 unit jembatan gantung.
Selain itu, jalan tol yang terbangun sepanjang 27,9 kilometer dan pembangunan flyover/underpass sepanjang 1.300 meter, turut memperkuat konektivitas nasional dan daerah.
Sementara pada bidang Cipta Karya, Kementerian PU melaksanakan pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 1.250 liter/, pengelolaan air limbah dan persampahan bagi puluhan ribu kepala keluarga, pengembangan kawasan seluas 153,75 hektar, serta pembangunan 20 unit gedung.
Program berbasis masyarakat seperti PAMSIMAS, SANIMAS, TPS3R, dan PISEW juga terus diperluas untuk memperkuat layanan dasar di wilayah perdesaan dan kawasan tertinggal.
Selanjutnya infrastruktur strategis yang dilaksanakan oleh Ditjen Prasarana Strategis meliputi pekerjaan rehabilitasi dan renovasi 14 Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi Keagamaan, renovasi dan rehabilitasi pasar, prasarana olahraga 3 unit, dan pembangunan 16 unit prasarana strategis lainnya seperti sekolah, fasilitas kesehatan, cagar budaya dan sebagainnya.
Kementerian PU juga berperan aktif mendukung pelaksanaan berbagai Instruksi Presiden (Inpres), antara lain rehabilitasi 556 unit sekolah keagamaan, renovasi 164 unit Sekolah Rakyat rintisan Tahap I, peningkatan konektivitas Jalan Daerah sepanjang 1.201 kilometer, serta pembukaan akses dan pengendalian banjir di Papua Selatan sebagai bagian dari pengembangan kawasan pangan dan energi nasional.
DIPA 2026 Rp118,50 Triliun
Pada kesempatan sama Menteri Dody Hanggodo juga memaparkan program kerja 2026 dengan dukungan anggaran sebesar Rp118,50 triliun.
Anggaran Kementerian PU tersebut akan dialokasikan ke bidang Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp34,74 triliun yang diarahkan secara prioritas untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan pertanian melalui penguatan dan keberlanjutan sistem irigasi.
Anggaran ini digunakan untuk membangun jaringan irigasi baru seluas 15.905 hektar guna membuka dan memperluas areal pertanian produktif, sekaligus merehabilitasi jaringan irigasi eksisting seluas 97.430 hektar agar suplai air ke lahan pertanian tetap berkelanjutan.
Selain itu, Kementerian PU juga melaksanakan pengendalian banjir sepanjang 82 km sebagai upaya perlindungan kawasan pertanian dan permukiman dari risiko bencana, serta pengamanan pantai sepanjang 8 km untuk menjaga kawasan pesisir dan lahan produktif.
Dukungan terhadap ketersediaan air juga dilakukan melalui penyediaan air baku berkapasitas 500 liter per detik, pengembangan sumber air tanah dan embung di sekitar 800 titik, serta pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di 12.000 lokasi.
Pada bidang jalan dan jembatan, dialokasikan anggaran sebesar Rp45,62 triliun yang difokuskan pada pembukaan akses dan peningkatan kualitas jaringan transportasi.
Program yang dilaksanakan meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 158 km untuk membuka akses ke kawasan produksi dan wilayah terpencil, serta peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 1.571 km guna memperlancar arus barang dan menekan biaya logistik.
Di samping itu, dilakukan pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 2,2 km, preservasi jembatan 93,8 km, serta penggantian jembatan 2,1 km untuk menjamin konektivitas yang aman dan andal.
Kementerian PU juga membangun 105 unit jembatan gantung yang berperan penting membuka keterisolasian wilayah perdesaan, membangun flyover dan underpass sepanjang 262 meter, serta melanjutkan pembangunan jalan tol sepanjang 35,72 km.
Preservasi rutin terhadap jalan nasional sepanjang 46.000 km dan jembatan 472 km tetap menjadi prioritas, termasuk penanganan jalan daerah melalui pembangunan dan preservasi jalan 50 km serta jembatan 305 meter.
Peningkatan konektivitas ini diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian dari sentra produksi ke pasar dan meningkatkan daya saing wilayah.
Selanjutnya bidang Cipta Karya, Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun untuk memperkuat infrastruktur dasar antara lain pembangunan dan peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 800 liter per detik, perluasan layanan SPAM bagi 59.490 sambungan rumah, pengelolaan air limbah untuk 63.200 kepala keluarga, serta pengelolaan persampahan sebesar 402 ton per hari.
Selain itu, dilakukan pengembangan kawasan strategis seluas 157 hektar, pembangunan gedung seluas 39.799 meter persegi, serta penguatan infrastruktur berbasis masyarakat.
Sementara itu, bidang Prasarana Strategis memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp24,11 triliun untuk mendukung penguatan sumber daya manusia dan aktivitas ekonomi wilayah.
Program yang dilaksanakan meliputi revitalisasi 1.000 unit sekolah keagamaan, pembangunan 100 unit sekolah rakyat, serta pembangunan dan rehabilitasi 41 unit sekolah dasar dan menengah.
Selain itu, dibangun 7 unit perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, serta berbagai prasarana pendukung ekonomi dan sosial seperti 9 unit pasar, 8 unit sarana olahraga, 2 unit cagar budaya, 2 unit sarana kesehatan, dan 2 unit sarana peribadatan. (*)
Awaluddin Awe













