oleh

Gubernur Lemhanas Letjen Purn Agus Widjojo: Komunisme Sudah Mati

JAKARTA – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letnan Jenderal Purnawirawan Agus Widjojo menyatakan komunisme di dunia saat ini sudah mati.

Pernyataan ini disampaikan Agus dalam rangka menepis isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang santer terdengar di Tanah Air setiap memasuki bulan September.

Mulanya Agus menjelaskan, payung hukum yang melarang menyebarkan ajaran dan paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme di Indonesia itu sudah kuat.

Salah satunya tertuang TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia yang sudah juga disertai dengan ancaman sanksinya.

“Jadi sudah cukup kuat dan tinggal ditegakkan. Kalau ada gejala-gejala itu (komunisme bangkit) tinggal laporkan ke pihak berwenang untuk ditindak,” ucap Agus dalam sesi wawancara eksklusif dengan Tribunnews di kantornya, Rabu (23/9/2020).

Agus mengatakan, bila isu kebangkitan PKI masih santer terdengar, berarti Undang-undang (UU) yang melarang tidak cukup konkrit untuk menjadi indikator.

Ia mempertanyakan, apa-apa saja yang dikatakan sebagai usaha menyebarkan ajaran dan paham Komunisme, Marxisme, dan Leninisme?

“Bentuknya bagaimana? Apakah kalau orang mempunyai atribut palu arit apakah itu menyebarkan ajaran?,” Tanya Agus.

“Kalau orang punya buku tentang sejarah PKI dalam konteks politik sejarah Indonesia apakah itu juga termasuk menyebarkan paham komunisme?,” tanya dia lagi.

Menurutnya, UU yang melarang penyebaran ajaran dan paham Komunisme harus lebih konkrit dan bisa dilihat di dalam kenyataan yang terukur.

“Selama hal demikian masih jadi perdebatan, berarti Undang-undang yang melarang penyebaran ajaran Komunisme itu belum cukup konkrit untuk dijabarkan menjadi indikator-indikator yang bisa diukur,” katanya.

Namun demikian, Agus optimistis Indonesia sejauh ini telah memiliki payung hukum dan dasar hukum yang sudah sangat kuat dalam rangka membendung lahirnya PKI.

Selain itu, berdasarkan pengamatan Lemhanas, komunisme di dunia saat ini sudah mati.

“Kita lihat bahwa komunisme di dunia itu sudah mati. Walaupun masih ada partai tunggal, partai komunis, istilah-istilah itu masih ada,” jelas Agus.

“Di masa perang dingin di negara dunia ketiga, itu biasanya berkait dengan komunisme internasional. Sedangkan sekarang gerakkan komunisme internasionalnya sudah tidak ada,” pungkas dia.

Sumber: Tribunnews

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed