Kementerian PU menyalurkan bantuan sarana air bersih bagi korban bencana alam di Aceh (foto : Dok PU)
JAKARTA — Dalam rangkaian peringatan Hari Bakti PU ke-80, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan donasi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi bertajuk “PU Peduli” yang melibatkan seluruh pegawai Kementerian PU di Indonesia serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PU.
Donasi yang terkumpul mencapai Rp1 miliar, yang kemudian dikonversi menjadi paket bantuan berupa sembako, kebutuhan harian, serta perlengkapan pendukung untuk masyarakat terdampak bencana.
Bantuan ini didistribusikan langsung menuju sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur, gangguan akses, serta kondisi logistik yang terbatas akibat bencana.
Bantuan Donasi Kementerian PU ini bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang sejak hari pertama bencana telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat mengirim bantuan ke lapangan.
Pelepasan bantuan PU Peduli dilakukan secara simbolis oleh Menteri PU Dody Hanggodo di halaman kantor Kementerian PU.
Menteri Dody menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar Kementerian PU kepada masyarakat di tiga provinsi yang sedang mengalami masa sulit.
“Saya sampaikan bahwa semangat Hari Bakti PU tahun ini kita arahkan juga menjadi kepedulian bagi saudara-saudara kita yang terdampak di Aceh, Sumbar, dan Sumut. Donasi sebesar Rp924 juta yang terkumpul dari pegawai kami yang kemudian dilengkapi oleh DWP menjadi Rp1 miliar. Seluruhnya disalurkan untuk masyarakat di lokasi bencana,”kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Ahad (30/11/2025).
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa donasi PU Peduli merupakan bagian dari semangat Hari Bakti yang diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk membantu masyarakat.
Bantuan Peralatan
Selain bantuan donasi, Kementerian PU juga telah mengerahkan alat berat, pompa air, bahan penanganan banjir, serta personel teknis ke berbagai titik terdampak sejak hari pertama bencana.
Personel Tim Tanggap Darurat Kementerian PU juga membawa perlengkapan pendukung seperti truk operasional, unit HU (hidran umum) beserta kaki HU, mobil tangki air, hingga toilet portabel untuk membantu kebutuhan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak.
Kementerian PU juga bekerja sama dengan mitra kerja termasuk BUMN Karya dan penyedia jasa konstruksi untuk percepatan pembukaan akses dan penanganan darurat.
“Saya sudah perintahkan sejak tiga hari lalu agar alat berat dari proyek-proyek BUMN Karya ditarik ke titik bencana. Ini prioritas nasional. Tanpa terbukanya jalan, seluruh bantuan akan terlambat sekali dan bisa menimbulkan masalah sosial di lapangan,” tegas Menteri Dody.
Menteri Dody mengajak seluruh pihak untuk terus membantu, termasuk mendukung kelancaran suplai BBM serta berdoa agar kondisi cuaca membaik.
“Semua pihak bekerja bersama—PU, TNI-Polri, BNPB, Basarnas, Pertamina, Kemensos, dan para relawan. Kami mohon doa agar pembukaan akses berjalan lancar dan proses rehabilitasi serta rekonstruksi segera dapat dimulai,”tutur Menteri Dody.
Menurut Menteri Dody, percepatan pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama mengingat masih banyak titik longsor dan kerusakan yang menghambat distribusi bantuan, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
“Yang paling parah itu Sumut, karena akses dari arah selatan belum tembus. Kami fokus membuka jalur dari Barus menuju Sibolga. Jika cuaca dan pasokan solar mencukupi, kami targetkan Senin sore sudah bisa tembus. Jalan ini krusial agar bantuan—termasuk logistik, air bersih, dan kebutuhan darurat bisa masuk lebih cepat,” tutup Menteri Dody.
Bantuan Air Bersih
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memberikan dukungan sarana dan prasarana dasar untuk membantu memenuhi kebutuhan pengungsi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Bantuan disalurkan melalui Tim Tanggap Darurat Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh dengan mengerahkan 2 tim ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen.
Pengiriman bantuan dilakukan setelah akses jalan secara bertahap telah terbuka dan memungkinkan mobilisasi peralatan dari Banda Aceh.
BPBPK Aceh memastikan seluruh unit mobil tangki air (MTA) dan hidran umum (HU) dikirim dengan kondisi penuh untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi para pengungsi.
Kementerian PU akan terus memonitor dan siap menambah dukungan sesuai kebutuhan. Koordinasi secara intensif terus dilakukan Kementerian PU dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur penanganan bencana.
“Prinsip kami adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan dasar yang layak dan aman selama masa tanggap darurat,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.
Dukungan sarana dan prasarana beserta 2 Tim Tanggap Darurat telah dikerahkan ke wilayah terdampak.
Tim 1 yang bertugas di Kabupaten Pidie Jaya terdiri dari 10 personel dan membawa sejumlah peralatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, antara lain 2 unit truk operasional, 12 unit Hidran Umum (HU) beserta kaki HU, 4 unit mobil tangki air untuk memastikan pasokan air bersih, 3 unit toilet portabel, serta 1 truk sedot tinja untuk mendukung layanan sanitasi di lapangan.
Sementara itu, Tim 2 yang bergerak di Kabupaten Pidie diperkuat 8 personel dengan membawa 1 unit truk operasional, 6 unit HU lengkap dengan kaki HU, 2 unit mobil tangki air, serta 2 unit toilet portabel. Seluruh peralatan ini disiapkan untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan air bersih, sanitasi, dan fasilitas dasar lainnya selama masa tanggap darurat.
Dukungan sarana dan prasarana ini akan terus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, termasuk kemungkinan penambahan untuk layanan kebersihan, air bersih, dan sanitasi bagi pengungsi. (*)
Awaluddin Awe













