Gerbang Tol Kuala Tanjung (foto : Dok HWM)
JAKARTA – HARIANINDONESIA.ID – Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 1–4 (Kuala Tanjung–Pematang Siantar) yang menjadi pendukung arus kendaraan ke kawasan objek wisata Danau Toba di Sumatera Utara, tercatat sebagai ruas tol paling tinggi trafik lalulintas hariannya di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Selama dua kurun waktu masa liburan nasional yakni Hari Raya Idhul Fitri dan Faskah 2026 ruas tol yang lebih akrab disebut pengendara dengan nama Tol Parapat ini, menjadi nomor wahid dalam pencapaian trafik lalulintas di JTTS.
“Pada ruas tol operasi, trafik tertinggi selama periode Lebaran 2026 tercatat di Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh anak usaha Hutama Karya yaitu PT Hutama Marga Waskita dengan total lebih dari 703 ribu kendaraan dan pada musim liburan Faskah lalu juga menjadi ruas dengan volume lalu lintas tertinggi, yakni mencapai 129.989 kendaraan selama periode tersebut.” jelas Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, dalam penjelasan resminya kepada wartawan, Minggu (5/4/2026).
Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat adalah jalan tol yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita, anak usaha Hutama Karya.
Tol ini memiliki panjang 143,25 km dan terbagi menjadi 6 seksi :
– Seksi 1: Tebing Tinggi – Indrapura (20,40 km), sudah beroperasi sejak 2024
– Seksi 2: Indrapura – Kuala Tanjung (18,05 km), beroperasi sejak 9 Maret 2025
– Seksi 3: Tebing Tinggi – Serbelawan (30 km), sudah 83,21% selesai
– Seksi 4: Serbelawan – Pematang Siantar (28 km), sudah 66,33% selesai
– Seksi 5: Pematang Siantar – Seribudolok (22,30 km), masih dalam tahap persiapan
– Seksi 6: Seribudolok – Parapat (16,70 km), masih dalam tahap persiapan
Tol ini akan mempermudah akses ke Danau Toba dan meningkatkan konektivitas di Sumatera Utara.
Waktu tempuh dari Medan ke Danau Toba diprediksi hanya 1,5 jam.
Tol ini juga terintegrasi dengan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi
Sebelumnya PT Hutama Karya merilis kinerja trafik lalu lintas ruas tol di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode lebaran dan hari raya Faskah 2026.
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mencatat total 587.310 kendaraan melintasi ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah beroperasi selama periode libur panjang Perayaan Paskah 2026 pada 2–5 April 2026.
Secara kumulatif, trafik tersebut meningkat 43,62% dibandingkan volume lalu lintas (VLL) normal.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa selama periode libur panjang Perayaan Paskah, Hutama Karya memastikan pelayanan operasional di seluruh ruas JTTS berjalan optimal melalui penguatan pengendalian trafik, penyiagaan petugas, serta koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan.
“Selama periode libur panjang Perayaan Paskah, Hutama Karya memperkuat kesiapan layanan operasional di seluruh ruas JTTS, mulai dari penyiagaan petugas, optimalisasi layanan rest area, hingga pemantauan kondisi lalu lintas secara berkala bersama para pemangku kepentingan, agar perjalanan pengguna jalan tetap aman, lancar, dan nyaman,” ujar Iwan.
Puncak pergerakan kendaraan terjadi pada Minggu (05/04) dengan total 160.533 kendaraan atau meningkat 44,35% dibandingkan VLL normal. Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang, baik untuk perjalanan ibadah, kunjungan keluarga, maupun wisata.
Berdasarkan catatan trafik, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 1–4 (Kuala Tanjung–Pematang Siantar) menjadi ruas dengan volume lalu lintas tertinggi, yakni mencapai 129.989 kendaraan selama periode tersebut.
Sementara itu, dari sisi pertumbuhan, Tol Sigli–Banda Aceh mencatat peningkatan tertinggi sebesar 175,05% dibandingkan trafik normal.
Kinerja layanan selama periode ini ditopang oleh penguatan layanan operasional secara konsisten di seluruh ruas JTTS, melalui optimalisasi pemantauan lalu lintas, penempatan personel di titik strategis, peningkatan kesiapsiagaan penanganan gangguan, serta koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan. Informasi perjalanan juga disampaikan melalui Variable Message Sign (VMS) dan kanal resmi perusahaan.
Operasional di Regional Sumatra Bagian Tengah Diperkuat, Layanan di Riau dan Sumatra Barat Dipastikan Tetap Optimal
Dalam rangka memastikan pelayanan optimal, Direktur Operasi III Hutama Karya melakukan kunjungan kerja ke sejumlah ruas operasional di Regional Sumatra Bagian Tengah pada Jumat (03/04), khususnya Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar.
Secara umum, total panjang jalan tol yang telah beroperasi di Provinsi Riau mencapai sekitar 187,09 km, terdiri dari Tol Pekanbaru–Dumai sepanjang 131,69 km dan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar sepanjang 54,95 km. Selain itu, Hutama Karya juga mengelola Tol Padang–Sicincin di Sumatra Barat sepanjang 35,45 km.
Dalam kunjungan tersebut, manajemen meninjau kesiapan petugas, kelancaran transaksi di gerbang tol, pemantauan lalu lintas melalui sistem kontrol operasional, serta operasional rest area beserta fasilitas pendukungnya.
“Peningkatan trafik selama periode libur panjang menjadi perhatian kami untuk memastikan seluruh aspek layanan berjalan optimal, mulai dari kesiapan petugas, keandalan fasilitas, kelancaran transaksi, hingga kecepatan respons terhadap kondisi di lapangan,” tambah Iwan.
Tol Pekanbaru–Dumai memiliki peran strategis dalam menghubungkan Kota Pekanbaru dengan berbagai kawasan di Riau hingga Dumai. Sementara Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar mendukung konektivitas ke wilayah barat Riau, dan Tol Padang–Sicincin memperkuat aksesibilitas di Sumatra Barat.
Perkuat Konektivitas Kawasan
Direktur Operasi III Hutama Karya juga meninjau proyek Jalan Tol Lingkar Pekanbaru untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target.
Hingga Maret 2026, pembangunan ruas sepanjang 30,8 km ini telah mencapai progres 74,622%. Jalan tol ini akan menjadi penghubung antara Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar, sekaligus memperkuat konektivitas dan distribusi lalu lintas di sekitar Kota Pekanbaru.
Ruas ini juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dari kawasan Panam menuju Rumbai dan sekitarnya, serta membantu mengurangi beban lalu lintas pada jalan eksisting.
“Pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Hutama Karya dalam memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya di wilayah Riau,” tambah Iwan Hermawan.
Lebaran, Tembus 3,3 Juta Kendaraan
Sebelumnya, PT Hutama Karya juga mencatat Arus mudik dan balik selama lebaran 2026 di seluruh tol Sumatera mencapai 3,3 juta kendaraan, atau mengalami peningkatan sebesar 84 persen dibandingkan lalulintas normal.
“Arus kendaraan itu sebagian besar 3,16 juta tercatat melalui tol operasional dan 173 ribu kendaraan melalui ruas tol fungsional milik Hutama Karya, selama kurun waktu 13-30 Maret (tol operasional) dan 13-29 Maret untuk tol fungsional Palembang Betung,” ujar Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan melalui penjelasan tertulisnya, Rabu (1/4/2026).
Menurut Iwan Hermawan, pencapaian ini menunjukkan bahwa JTTS semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan Lebaran karena mampu menghadirkan perjalanan yang lebih efisien, aman, dan nyaman.
“Secara umum, arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di JTTS berjalan lancar. Memang sempat terjadi kepadatan lalu lintas menuju maupun keluar akses ruas fungsional Tol Palembang– Betung, namun Hutama Karya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Kepolisian Daerah setempat dan instansi terkait untuk melakukan rekayasa lalu lintas sehingga kondisi di lapangan dapat segera tertangani dan perjalanan pengguna jalan tetap terkendali,” ujar Iwan.
Berdasarkan data harian trafik, puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret 2026 dengan total lebih dari 194 ribu kendaraan (akumulasi dari ruas operasional sebanyak lebih dari 183 ribu kendaraan dan lebih dari 11 ribu kendaraan di ruas tol fungsional).
Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 23 Maret 2026 dengan total lebih dari 264 ribu kendaraan (lebih dari 251 ribu kendaraan ruas operasi dan lebih dari 12 ribu kendaraan ruas fungsional).
Pada ruas tol operasi, trafik tertinggi selama periode Lebaran 2026 tercatat di Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh anak usaha Hutama Karya yaitu PT Hutama Marga Waskita dengan total lebih dari 703 ribu kendaraan.
Dari sisi pertumbuhan terhadap VLL normal, peningkatan tertinggi pada ruas operasional tercatat di Tol Sigli – Banda Aceh sebesar 236%.
Sementara itu, pada ruas tol fungsional, Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum – Padang Tiji) mencatat trafik dengan total lebih dari 86 ribu kendaraan, sedangkan Tol Palembang – Betung (Kramasan – Pangkalan Balai) dilintasi sebanyak lebih dari 86 ribu kendaraan.
Kehadiran ruas fungsional ini turut membantu mendistribusikan arus kendaraan dan memberikan alternatif perjalanan yang lebih lancar bagi pengguna jalan selama periode Lebaran.
Menurut Iwan, tingginya mobilitas ini juga ditopang oleh semakin luasnya konektivitas JTTS yang kini semakin terintegrasi dan menjangkau lebih banyak wilayah strategis di Sumatera.
Kesiapan infrastruktur, personel operasional, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga layanan tetap optimal selama periode trafik tinggi.
Diskon Tol dan Optimalisasi Layanan
Dijelaskan Iwan, untuk mendukung kelancaran perjalanan, Hutama Karya juga menerapkan strategi pelayanan yang komprehensif, salah satunya melalui pemberlakuan potongan tarif tol sebesar 30% pada periode arus mudik tanggal 15–17 Maret 2026 dan arus balik tanggal 26–28 Maret 2026 di 7 ruas JTTS.
Pemberlakuan diskon tersebut adalah di Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung, Tol Indralaya – Prabumulih, Tol Pekanbaru – Dumai, Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, Tol Indrapura – Kisaran, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, dan Tol Sigli – Banda Aceh.
Kebijakan ini membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan.
Selain itu, Hutama Karya juga menyiapkan _co-working space_ di rest area JTTS untuk mengakomodasi pengguna jalan yang tetap menjalankan aktivitas kerja secara fleksibel selama perjalanan, sejalan dengan kebijakan _Work From Anywhere_ (WFA).
Di sisi operasional, Hutama Karya terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui Intelligence _Traffic System_ (ITS) dan layanan informasi digital yang terintegrasi.
Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real-time selama 24 jam, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat saat terjadi hambatan di lapangan.
“Pengendalian operasional yang didukung teknologi, kesiapan petugas, serta koordinasi intensif dengan stakeholder menjadi kunci agar layanan selama periode Lebaran tetap berjalan optimal. Fokus kami bukan hanya memastikan kendaraan dapat melintas, tetapi juga memastikan pengguna jalan memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan terkendali,” tambahnya.
Hutama Karya tidak jumawa dengan pencapaian ini. Hutama Karya menilai kelancaran layanan Lebaran 2026 di JTTS merupakan hasil sinergi seluruh pihak, mulai dari internal operasional, regulator, aparat penegak hukum, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Perusahaan juga terus memperkuat kesiapsiagaan layanan transaksi, patroli, informasi lalu lintas, dan fasilitas pendukung pengguna jalan di titik-titik strategis.
Hutama Karya menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jalan Tol Trans Sumatera, termasuk Danantara, BP BUMN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, BPJT, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna jalan yang telah mempercayakan perjalanannya melalui JTTS. Evaluasi dari penyelenggaraan tahun ini akan menjadi pijakan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan jalan tol yang semakin andal, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” kata Iwan Hermawan mengakhiri penjelasannya. (*)
Awaluddin Awe-







