Tamiang Layang – Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Dr. Ilham Djaya, SH, MH, M.Pd, menerima cinderamata gunung perak dari Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas, di ruang rapat Bupati Bartim, Senin (18/04/2022).
“Gunung perak tersebut merupakan salah satu kekayaan intelektual komunal (KIK) Kabupaten Barito Timur, dimana sertifikatnya sudah diterima oleh Bupati Bartim dari Kepala Kantor Kemenkumham Perwakilan Provinsi Kalteng Dr. Ilham Djaya, SH, MH, M.Pd”.
Setelah menerima 9 (Sembilan) sertifikat KIK dari Kepala Kantor Kemenkumham Perwakilan Provinsi Kalteng tersebut, Bupati Baritim kembali mengusulkan 15 (KIK) ke Kemenkumham untuk dipatenkan.
“Adapun kelima belas KIK itu yakni,Tanringintan Wundrung, Sawuwng Diki Ruyan, Salung, Ansak,Baluntang, Nariuk, Bahasa Pangunraun, Galang Bawo, Wadian Dadas Wawei Dayak Ma’anyan, Wadian Bawo Dayak Lawangan, Wadian Bawo Dayak Maanyan, Galang Dadas, Saramen, Turus Tajak dan Kang Kanung”.
Dengan demikian, Bupati Bartim harapkan kepada Kemenkumham Perwakilan Provinsi Kalteng agar segera memprosesnya. Sehingga bisa dapat melindungi KIK yang dimiliki oleh masyarakat diwilayah Pemkab Bartim di “Gumi Jari Janang Kalalawah”, ucap Bupati.
Sementara dalam sambutanya,Kepala Kantor Kemenkumham Perwakilan Provinsi Kalteng Dr. Ilham Djaya, SH, MH, M.Pd mengatakan KIK adalah salah satunya hasil olah pikir yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. KIK merupakan sebuah aset berharga yang dapat memajukan perekonomian suatu bangsa di negeri ini.
“Dengan adanya KIK tersebut maka munculah hak KIK, hak KIK adalah hak yang diberikan oleh Negara untuk melindungi KIK itu sendiri,” pungkas Ilham. (Snn).







