Pemudik asal Sumatera kecewa dengan penanganan ruas tol Palembang – Kayuagung. Sebab arus lalulintas bakalan padat dan merayap karena pengemdara melewati jalan sempit di sisi ruas tol yang dikerjakan kontraktor. (Foto : Awaluddin Awe/HI)

JAKARTA (HARIANINDONESIA.ID) – Pemudik asal Sumatera mengaku kecewa dengan progres penanganan ruas tol Palembang – Kayu Agung, terutama pada bagian ujung tol di Palembang.
Pemudik kecewa karena jadual penyelesaian penanganan ruas tol tidak sejalan dengan keinginan mendapatkan layanan tol menyenangkan di lebaran 2026.
“Sangat jengkel. Sebab setelah lelah menempuh perjalanan panjang tol dari Lampung, tiba tiba kita mendapatkan ruas tol di bagian ujung Palembang ternyata belum tuntas. Kita harus lewat jalur sempit, jalurnya kotor dan berdebu, serta antrian lagi masuk jalur. Ini kan melelahkan mas,” papar seorang pemudik asal Kota Padang bernama Rika Oktavia kepada wartawan di Palembang, kamis (12/3/2026).
Rika mengaku kecewa mendapati kondisi tol yang masih belum beres. Padahal musim lebaran sudah akan masuk. Seharusnya, katanya, kontraktor mengumumkan kepada publik bahwa pekerjaan rehab tol belum tuntas. Jadi pengendaraan bisa siap siap mengambil sikap.
Selain itu, Rika juga merasakan jalan tol yang sudah direhab bergelombang saat dilalui. Ketika keluar dari gerbang Jembatan Sungai Musi, mobil terasa terbang karena menggilas bekas opname lobang di jalan tol.
Pengendara lain berasal dari Medan juga mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan kontraktor yang tidak mempertimbangkan waktu penyelesaian pekerja dengan masuknya lebaran 2026.
“Sudah tau kan lebaran bakal banjir pemudik. Kok malah pekerjaan tolnya diperlambat. Itu akan berakibat macetnya kendaraan di ruas tol,” papar Sarbaini dari Kota Medan.
Mereka berharap kontraktor bisa memberikan alternatif, bagaimana kendaraan yang keluar tol Palembang – Kayu Agung mendapakan jalur yang bersih setara tol operasional. “Kita lewat tol itu bayar lho, mestinya pihak operator memahami itu. Jadi jangan jadikan kami seperti pesakitan di tol,” pungkasnya kesal.
Perbaikan Selesai 2027
Sementara itu, PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) selaku pengelola Jalan Tol Kayuagung–Palembang dalam penjelasan tertulisnya yang dikutip dari rilis menyebutkan bahwa ruas tol yang dikeluhkan pemudik termasuk dalam program perbaikan dan peningkatan kualitas jalan sebagai bagian dari master schedule pekerjaan yang direncanakan hingga April 2027.
Menurut Direktur Utama PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) Ir. Achmad Jofimar Ali,.M.T, pekerjaan di ruas tol Palembang – Kayu Agung meliputi perbaikan lubang di sepanjang jalur, penyelesaian konstruksi Slab on Pile (SOP) serta raising Jalur A KM 345+150 hingga KM 348+850 yang ditargetkan selesai pada 11 Maret 2026 atau paling lambat 12 Maret 2026.
Selanjutnya, pada periode 12 Maret hingga 01 April 2026, WST akan melaksanakan pemeliharaan preventif dengan fokus pencapaian zero pothole melalui pengerahan 8 tim sapu lubang yang siaga di sepanjang ruas tol.
Setelah periode Lebaran berakhir, program peningkatan kualitas jalan akan dilanjutkan kembali sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Selama pekerjaan berlangsung, ruas tol tetap dapat dilalui dua arah. Pada periode Lebaran tahun ini juga masih diterapkan rekayasa lalu lintas sepanjang 3,7 km, yaitu pada KM 345+150 hingga KM 348+850.
Arus kendaraan yang semula melintasi Jalur B akan dialihkan melintasi Jalur A, dimana pekerjaan konstruksi SOP dan raising telah siap dilalui mulai 13 Maret 2026. Skema ini dirancang untuk memastikan arus kendaraan tetap aman, tertib dan lancar.
Pada periode libur Lebaran tahun ini, volume lalu lintas kendaraan yang melintas diproyeksikan mencapai 328.549 kendaraan selama periode H-10 (11 Maret) hingga H+10 (1 April).
Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 14.934 kendaraan per hari, atau meningkat sekitar 64% dibandingkan volume lalu lintas pada hari normal.
Adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 (18 Maret) dengan volume lalu lintas mencapai 20.966 kendaraan, sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+2 (24 Maret) dengan volume lalu lintas sekitar 21.288 kendaraan. (*)
Awaluddin Awe







