Kementerian Perindustrian RI Berupaya Tumbuhkan WUB

Tamiang Layang – Kementerian Perindustrian melalui Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka terus berupaya mendorong tumbuhnya wirausaha baru (WUB) dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di berbagai daerah.

“Kegiatan seminar ini, dilaksanakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantarawa Tamiang Layang”, Minggu (09/04/2023).

Pada kesempatan itu, Komisi VII DPR-RI H. Iwan Kurniawan, SH, M.Si mengatakan bahwa kegiatan hari ini bertujuan untuk bagaimana meningkatkan perekonomian kita, yang mana dalam dua tahun lalu ambruk dilanda pandemi.

“Apalagi di pandemi gaya hidup mulai bergeser dari manual dalam mencari barang keluar, sampai kita dipaksa bergeser ke media sosial dan elektronik yang mana semuanya bisa menggunakan hp,” jelasnya

Iwan juga mengajak pemuda kita untuk membuka wawasan mereka bahwa melalui hp juga bisa digunakan untuk membantu mereka memasarkan prodaknya.

“Dalam hal ini gunakan wawasan kita dalam era digital untuk menawarkan barang-barang yang akan menjadikan penghasilan atau income,” ucap Iwas.

Sementara, Koordinator Fungsi Minuman dan Bahan Penyegar, Endang Purweni, S. Sos, M.Si menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai tugas menumbuhkan wirausaha baru (WUB), buat teman – teman atau masyarakat yang berkeinginan untuk ber usaha.

“Dengan adanya itu, akan kita bekali pengetahuan serta dengan bimbingan teknis,” ujarnya

Sedangkan seminar sekarang ini ialah, pengenalan pasar online seperti, Bukalapak,Tokopedia, dan Shopee. Itu perlu teman-teman WUB ini tau bahwa pasar online tersebut bisa digunakan untuk memasarkan produk mereka nantinya.

“Kita tidak harus punya kios atau berjualan langsung kepasar tradisional, tetapi melalui pasar dunia maya yang namanya pasar online atau marketplace kita sudah bisa melakukan pemasaran,” ungkapnya.

Adapun, terkait akan kelanjutan seminar ini “Akan kita pikirkan, pasti akan kita pikirkan bagaimana kelanjutannya”.

SIMAK JUGA :  Kesiapan Pemilu Serentak 2024, Pj. Bupati Kepulauan Mentawai Gelar Rapat Koordinasi

Biasanya setelah seminar ini, kita lanjutkan dengan bimbingan teknis kepada peserta yang potensial dan kita fasilitasi mesin peralatan produksi nya.

“Terkait dengan anggaran, sekali lagi apabila anggaran tersedia. Karena pemerintah juga ada keterbatasan anggaran karena dampak covid19,” pungkasnya. (Snn).