Diksusi SATUPENA, Nasir Tamara: Pajak Penulis Sebaiknya Berkisar 1 Hingga 3 Persen dan Bersifat Final

  • Bagikan
Nasir Tamara

JAKARTA – Pajak penulis sebaiknya berkisar antara 1 hingga 3 persen dan bersifat final. Syukur-syukur bisa nol persen seperti pajak UMKM dan koperasi.

Hal Itu dikatakan penulis senior Nasir Tamara, yang juga anggota Dewan Penasihat Satupena.

Ia menyatakan hal itu sebagai narasumber dalam Webinar “Pajak Penulis: Nestapa Literasi Kita” di Jakarta, Kamis 9 Maret 2023.

Webinar itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai Denny JA. Diskusi yang menghadirkan Nasir Tamara itu dipandu oleh Swary Utami Dewi dan Elza Peldi Taher.

Lebih lanjut,  Nasir menyatakan, penulis amat terdampak oleh resesi ekonomi. Keadaan ini harus disadari dan dicarikan jalan keluarnya. “Karena penulis adalah tonggak demokrasi, semestinya pemerintah membantu profesi penulis,” ujarnya.

Menurut Nasir, pemerintah harus melihat public services sebagai investasi, bukan pengeluaran yang tak perlu, serta memastikan supaya pengangguran diatasi.

“Pemerintah harus melihat bahwa profesi penulis sebagai pembangun peradaban melalui berbagai literasi, seperti: pendidikan, kesehatan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan lingkungan hidup,” tutur Nasir.

Nasir berpendapat, meski banyak masalah, harus tetap bangga sebagai penulis. Tetapi, tidak boleh letih memperjuangkan hak-hak para penulis.

Setelah profesi sebagai penulis diakui sejak 2020, kini saatnya memperjuangkan pajak yang adil buat penulis.

Nasir menyatakan, ketidakadilan yang dirasakan penulis ada dua hal. Pertama, menyangkut status profesi. Kedua, pajak yang terlalu tinggi. “Buat banyak jurnalis, profesi ini adalah tugas suci, bukan semata-mata untuk mencari uang,” ucapnya.

Dalam acara tanya jawab, penulis senior Eka Budianta memberi komentar. Ia mengungkapkan, secara umum di Indonesia, penulis tidak bisa hidup semata-mata dari kerja menulis.

“Maka jika ada penulis yang penghasilannya mencapai miliaran, itu adalah suatu kekecualian. Bukan mewakili situasi penulis secara umum,” kata Eka, yang belum lama ini memperoleh penghargaan Penulis Berdedikasi dari Satupena. ***

SIMAK JUGA :  Satupena Diskusikan Kesetaraan Posisi Perempuan dalam Islam
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *