Diskusi SATUPENA, Hamri Manoppo: Pengembangan Kebudayaan di Semua Wilayah Masih Dianaktirikan

  • Bagikan
Hamri Mannopo

JAKARTA – Pengembangan kebudayaan di semua wilayah, dari daerah sampai Jakarta, ini seperti dianaktirikan. Hal itu dikatakan Hamri Manoppo, penulis senior asal Sulawesi Utara.

Hamri Manoppo mengomentari diskusi bertema Generasi Muda dan Pemajuan Budaya Lokal Jawa Tengah yang berlangsung di Jakarta, Kamis 2 November 2023 malam oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA.

Diskusi Budaya Lokal Jawa Tengah yang dikomentari Hamri Manoppo itu menghadirkan pembicara Dr. Sukarjo Waluyo, M.Hum., Ketua Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang.

Menurut Koordinator Satupena wilayah Sulawesi, Hamri Manoppo, ia mengikuti pokok-pokok pikiran pengembangan kebudayaan di Sulawesi Utara. Ia sempat juga diundang ke kota-kota dan kabupaten.

Beberapa tahun terakhir, ini menjadi sebuah kegiatan yang hampir berjalan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

“Namun ada satu hal yang menarik. Ketika kegiatan ini berjalan, lalu mandek di sana, dan terhenti di sini, karena dananya tidak ada,” ujar dosen dan pelatih teater ini.

“Ketika saya mengkaji lebih jauh masalah ini, masalah kebudayaan yang seharusnya sangat penting bagi sebuah bangsa, saya melihat masalah kebudayaan ini oleh kita semua –termasuk dari daerah sampai Jakarta– di semua wilayah ini seperti dianaktirikan,” kata Hamri Manoppo.

“Saya ketika masih menjabat di Dinas Pendidikan, merasa bingung. Karena kebudayaan ini pernah dicangkokkan di kementerian pariwisata dan sekarang dicangkokkan di kementerian pendidikan.”

“Dengan demikian, biaya pengembangan kebudayaan itu sangat kecil. Karena hanya dicangkokkan pada salah satu direktorat jenderal. Saya melihat, di beberapa negara berkembang itu secara khusus ada menteri kebudayaan,” tambah Hamri.

“Idealisme saya merindukan, di Indonesia ini –karena keragaman budaya yang sangat banyak– perlu seorang menteri kebudayaan yang hanya menangani kebudayaan.”

SIMAK JUGA :  Diduga Festival Ekonomi Kreatif 2020 di Batang Agam Memicu Kerumunan Massa

Hamri mengharapkan Satupena ini bisa muncul terobosan dan masukan, yang sampai ke tangan Presiden.

“Supaya tidak terjadi kita membahas di level kabupaten/kota, kemudian naik ke provinsi, sampai di provinsi terus dia diam. Tidak tahu mau ke mana, karena belum jelas. Karena, katanya dana belum keluar, yang cuma sekian persen dari anggaran kementerian,” tambah Hamri. (K) ***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *