Varia MTQ 39 : Nikmati Kopi Lasi dengan Aroma Khas dan Berkarakter Lembut

  • Bagikan

Outlet Kedai Kopi Lasi milik Muhammad Ardi

PADANG PANJANG -Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke 39 tingkat Sumatera Barat di Padang Panjang sepekan penuh, 12 -19 November, selain menjadi ajang religius bagi umat Islam, juga menjadi sarana promosi berbagai produk UMKM, tidak saja bagi pengusaha kecil dan menengah Padang Panjang tetapi dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.


MUHAMMAD ARDI

Seperti dikemukakan Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, selain menyelenggarakan lomba, iven MTQ juga diwarnai dengan kegiatan bazar UMKM yang ditargetkan dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian warga kota.

Menurut Fadly, pada iven MTQ ini Pemko Padang Panjang menyediakan 18 stand untuk UMKM Padang Panjang.

Disini, para pengunjung bisa mendapatkan berbagai barang konsumsi dan aneka jenis produk asli Padang Panjang lainnya.

Selain itu, kata Fadly, Pemko Padang Panjang juga menyedikan stand bagi para UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar untuk mempromosikan produknya.

KOPI LASI

Salah satu produk UMKM yang lagi berkembang dari Kabupaten Agam yang ikut serta pada Bazar MTQ di Padang Panjang adalah Kopi Lasi.

Kopi Lasi mempunyai rasa dan aroma yang khas dan berkarakter namun sangat lembut dirasa.

Kopi yang berjenis Arabika ini tumbuh pada ketinggian lebih dari 1000-1500 mdpl di lereng gunung Marapi, Nagari Lasi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dengan kualitas Premium.

Meskipun belum terlalu booming di daerah namun sudah dikenal di pasar Internasional krn tlh bbrp kali mengikuti kontes di tingat daerah, nasional, regional dan internasional.

Pada sisi lain dengan sudah terkenalnya kopi lasi ini maka tak tertutup kemungkinan terjadinya manipulasi produk dengan mengatasnamakan kopi lasi.

SIMAK JUGA :  Cara Baru Selingkuh Yang Tengah Tren

Berangkat dari hal itu maka sekelompok generasi muda dibawah bimbingan komunitas Selaras Alam (Istana Rakyat) Lasi menginisiasi untuk melanjutkan pengembangan kopi di lereng gunung Marapi sekaligus membuka cafe dengan merk KADAI KOPI LASI dengan menyuguhkan kopi murni kopinya lasi dengan pengolahan secara saint dan modern layaknya cafe yang sedang trend saat ini.

Melalui stand pameran di arena MTQ Sumbar Padang Panjang 2021 ini Kadai kopi Lasi turut berpartisipasi.

Kejulasi

Perjalanan keju Lasi dimulai dengan didirikannya peternakan sapi perah lassy Dairy Farm pada bulan desember 2016.

Diawal 2017 susu segar produksi lassy dairy farm dijual kepada pedagang di sekitar bukittinggi, dan dikirim ke Padang serta Pekan baru.

Seiring peningkatan produksi susu, mulai terlihat tanda tanda akan ada masalah dengan pemasaran produk susu segar.

Untuk mengatasi hal tersebut, pada 2018 mulai diproduksi keju mozarella pertama di pulau Sumatra dengan brand kejulasi sekaligus sebagai nama unit produksi olahan susu.

Dan, pada 2019 mulai produksi cream cheese secara terbatas.

Terakhir, 2020 produkai ricotta secara terbatas.

Kopi Lasi ini dilola oleh seorang anak muda kelahiran Lasi, bernama Muhammad Ardi, pernah berdomisili di Jogya.

Tetapi Muhammad Ardi lebih memilih pulang ke kampung dan mengembangkan bisnis Kopi Lasi. Sebab Edi, demikian dia dipanggil, haqul yakin bisnis kopi itu akan melesat berkembang. (*)

Doni Magek Piliang
Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *