Kepada Yth;
Presiden RI, Bapak Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Ketua DPR RI, Ibu Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi
Para Ketua Umum Partai Politik
Dengan hormat,
Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, telah mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Namun, berbagai tantangan masih menghambat kemajuan bangsa, termasuk korupsi, ketidaksetaraan ekonomi, dan kualitas pelayanan publik yang masih rendah. Banyak masyarakat merasa bahwa pemerintah dan lembaga legislatif tidak sepenuhnya mewakili aspirasi dan kebutuhan rakyat banyak.
“Kami rakyat Indonesia, telah lama menanti perubahan yang nyata dan berkelanjutan. Namun, realitanya, kita masih dihadapkan pada berbagai permasalahan yang menghambat kemajuan bangsa. Peristiwa demonstrasi berbagai elemen masyarakat pada tangal 28 agustus yang terdiri dari buruh, mahasiswa, komunitas ojek online hingga masyarakat umum, di Jakarta dan merebak ke banyak daerah lainnya akibat insiden mobil barakuda brimob yang melindas pengemudi ojek online hingga tewas.
Namun dibalik peristiwa itu, dapat dipahami bahwa masyarakat merasakan belum terwujudnya rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, kebijakan pemerintah dan DPR yang tidak sesuai nalar masyarakat dan tidak tepat sasaran. Tidak adanya empati dan “tuli”nya terhadap aspirasi rakyat yang harusnya melaksanakan amanah penderitaan rakyat justru berperilaku pungli (“memeras), korup, arogan. Banyak pejabat publik yang memamerkan kekayaan saat situasi rakyat banyak mengalami kesulitan ekonomi dan sulitnya lapangan pekerjaan. Saat ini korupsi semakin merajalela dan terbuka. Pelayanan publik tidak optimal, dan banyak anggota legislatif dan ekskutif yang lebih memikirkan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyat.
Oleh karena itu, kami menuntut perubahan yang signifikan dan berkelanjutan. Kami menuntut pemerintah, lembaga legislatif dan pimpinan partai politik untuk lebih peduli dengan kesulitan ekonomi yang dialami rakyat kecil, bisa lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Kami ingin melihat Indonesia yang lebih maju, berkeadilan, dan lebih sejahtera bagi rakyat Indonesia.
Oleh karenanya kami dari Jaringan Aktivis Lintas Angkatan (JALA), mendesak Presiden dan DPR serta Pimpinan Partai Politik untuk :
1. Mencopot Kapolri dan Komandan Brimob dalam rengka meredam kemarahan rakyat karena rusaknya moral dan perilaku aparat yang sering sewenang-wenang, represif dan korup. Hal ini penting agar institusi polri bisa melakukan pembenahan untuk meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap Polri.
2. Mengusut tuntas insiden tewasnya Alm. Affan Kurniawan pengemudi Ojol karena ditabrak rantis brimob, serta korban tewas lain akibat kekerasan aparat dilapangan.
3. Presiden melakukan reshuffle kabinet untuk memastikan efektivitas dan akuntabilitas pemerintahan.
4. Ketua Umum Partai Politik harus mencopot banyak kader-kadernya sebagai anggota DPR RI yang tidak mewakili aspirasi rakyat, tidak berkualitas, menunjukkan perilaku arogan, mengeluarkan pernyataan yang tidak punya empati dan menyakiti hati rakyat, tidur dalam rapat, memamerkan kekayaan dan diduga melakukan bisnis terselubung serta dugaan tindakan korupsi berjamaah.
5. Ketua Umum Parpol harus menghentikan gaya kepemimpinan yang bersifat dinasti politik dengan memberikan peran bagi kader-kader ideologis, berkualitas, berintegritas yang memahami visi dan misi pembukaan UUD 1945.
7. Segera melakukan Pengesahan UU Perampasan Aset untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi.
Kami berharap tuntutan ini dapat menjadi perhatian serius bagi presiden, Ketua DPR RI dan Para Pimpinan Partai Politik, agar dapat menciptakan kondisi yang lebih kondusif dan perubahan yang signifikan serta berkelanjutan bagi kemajuan Indonesia.
Jakarta, 31 Agt 2025
Hormat Kami,
Nanda Abraham (Exponen Aktivis 80/90 Jakarta)
In’am El Mustofa (Exponen Aktivis 80/90 – Djokjakarta)
Bob R. Randilawe (Aktivis Pro Demokrasi)
Lukas Luwarso (Exponen Aktivis 80/90 – Jurnalis )
Pande K. Trimayuni (Exponen Aktivis 98)
Agusto Sulistio (Exponen Aktivis 98 – Jurnalis)







