Siti Atikoh Ganjar Lanjutkan Safari Politik ke Sulawesi Utara, Masih Blusukan Tapi Minta Suara Ganjar-Mahfud Dikawal

Momen Calon Ibu Negara Siti Atikoh Supriyanti Ganjar melakukan Safari Politik ke Manado, Sulawesi Utara, Selasa (16/1/2024). Pada kesempatan ini, Atikoh minta suara Ganjar-Mahfud dikawal. (Foto : TPNGM)

MANADO – Harianindonesia.id :

Calon Ibu Negara paling agresif membantu kampanye sang suami di Pilpres 2024, Siti Atikoh Supriyanti Ganjar kembali melanjutkan Safari Politiknya, kali ini ke Sulawesi Utara, Selasa (16/1/2024).

Siti Atikoh tiba di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado sekira pukul 15.15 WITA dengan mengenakan pakaian berwarna hitam

Begitu keluar dari pintu kedatangan Bandara, wanita cantik bertubuh ramping ini langsung melempar salam metal atau tiga jari.

Aksi Siti Atikoh pun disambut meriah oleh ratusan warga yang telah menunggu dirinya di pintu kedatangan Bandara Sam Ratulangi.

Atikoh juga mendapat sambutan Tarian Kabasaran Minahasa dari sejumlah penari.

Atikoh terlihat sangat antusias mendapat penyambutan tersebut. Dia terus menyapa dan menebar senyumnya kepada para penari serta masyarakat yang menyambutnya.

Dalam momen itu, Atikoh juga dikalungkan kain tenun Minahasa Bentenan sebagai tanda kehormatan telah tiba di Manado.

Kedatangan Ibunda Muhammad Zinedine Alam Ganjar ini disambut para istri dari kader PDIP di Provinsi Manado. Diantaranya, istri Ketua DPD PDIP Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Rita Tamuntuan.

Sekjen Taruna Merah Putih (TPM) organisasi sayap PDIP, Rio Alexander Jeremia Dondokambey juga terlihat menyambut kedatangan Atikoh.

Perwakilan pengurus partai pendukung seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Perindo dan Hanura juga tampak menyambut kedatangan Atikoh.

Siti Atikoh akan melakukan sejumlah kegiatan di Kota Manado pada 16-17 Januari 2024.

Agenda pertama, Atikoh adalah menggelar pertemuan dan ngopi sore dengan sejumlah masyarakat di Kawasan Kuliner Jalan Roda, Wenang, Manado.

Lalu, Atikoh juga akan menggelar pertemuan dan makan malam dengan masyarakat di Hotel Aston Manado.

Sebelumnya, Siti Atikoh telah melakukan safari politik dengan mengunjungi sejumlah daerah. Diantaranya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung hingga Sumatera Selatan.

Datangi Pusat Ekonomi Manado

Antusiasme warga Manado, Sulawesi Utara (Sulut) terlihat sangat tinggi saat menyambut kedatangan istri Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo ke Kawasan Wisata Kuliner Jalan Roda atau yang dikenal warga sekitar dengan Jarod, yang letaknya berada di jantung Kota Manado.

Begitu turun dari mobilnya, Atikoh langsung disesaki oleh para pendukung Ganjar-Mahfud MD. Warga sekitar pun ikut menyemut.

Membelah desakan pendukung, Atikoh lalu berjalan menuju sebuah warung kopi yang di mana di depannya sudah tersimpan kursi dan meja sebagai tempat berdiskusi dengan warga.

Teriakan Ganjar-Mahfud presiden juga menggema di sana. Tak hanya itu, Siti Atikoh juga diteriaki warga sebagai calon Ibu Negara.

Atikoh pada kunjungan Safari Politiknya ini didampingi istri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rita Tumuntuan. Ada juga istri Wali Kota Manado Andrei Angouw, Irene G. Pinontonan dan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, Jeand’arc Senduk-Karundeng.

SIMAK JUGA :  Andika Masih Yakin ASN, TNI dan Polri akan Netral di Pilpres 2024, tapi Kalau ada Oknum Bisa Saja dari Atas

Pada kesempatan itu, Atikoh membuka diskusi dengan membawakan pantun. Mantan wartawati ini juga menyampaikan kesannya mengenai warga Manado.

“Manado ini kota terindah di Indonesia. Makanan enak, orangnya cantik-cantik, ramah,” kata Atikoh.

Atikoh juga menyampaikan lokasi Jarod ini sudah dikenal banyak orang, bukan hanya di Manado. Menurut dia, banyak aktivitas ekonomi di Kota Manado, umumnya di Sulut, terjadi di Jarod ini.

“Banyak aktivitas ekonomi, mulai dari warung kopi, kafe, ini potensi luar biasa,” tambah Atikoh.

Ibunda Zinedine Alam ini juga menyampaikan sudah lama ingin mengunjungi Sulut. Selama masa kampanye ini, Atikoh mengatakan dirinya baru melakukan Safari Politik di Jawa, Lampung, dan Palembang.

“Saya bersyukur bisa bertemu dengan warga Sulawesi Utara, sebenarnya sudah lama ingin ke sini, saya berdiskusi dengan Mbak Rita ke Sulut,” kata Atikoh.

Kawal Suara Ganjar-Mahfud

Pada kesempatan itu, Siti Atikoh juga. meminta warga Manado, Sulut umumnya, sebagai basis PDI Perjuangan, untuk mengawal suara pemenangan Ganjar-Mahfud MD.

‘Saya melihat semangat di Manado luar biasa untuk memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud,” kata Atikoh.

Atikoh menyebut waktu pemenangan Ganjar-Mahfud tinggal sebentar lagi, tak sampai sebulan. Ke depan, akan ada juga masa tenang sebelum waktu pencoblosan Pilpres 2024 pada 14 Februari.

“Ini tentu membutuhkan energi dari kita untuk bisa mengamankan basis massa basis PDI Perjuangan, basis Ganjar-Mahfud di TPS,” kata mantan wartawati ini.

Oleh karena itu, Atikoh berharap bantuan dari warga Manado dan Sulut umumnya untuk memenangkan Ganjar-Mahfud demi Indonesia yang lebih baik lagi.

“Kami berharap banyak untuk mengawal suara Ganjar-Mahfud,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Atikoh Supriyanti menjamin program KTP Satu Kartu Terpadu Indonesia (KTP Sakti) yang digagas Ganjar-Mahfud bakal mempermudah hidup rakyat.

“Kenapa KTP Sakti itu penting karena banyak sekali program-program dari pemerintah yang seharusnya itu terintegrasi,” kata Atikoh.

Adapun ide awal KTP Sakti ini berangkat dari banyaknya program kerakyatan seperti penyaluran bansos dan lainnya yang selama ini berjalan, berbasis data yang berbeda-beda. Sehingga muncul masalah seperti warga yang seharusnya mendapat bantuan, tetapi justru tak memperolehnya.

“Dengan adanya KTP Sakti yang integratif tentu nanti akan mempermudah bagi kita semua untuk bisa memantau, apakah penerima manfaat yang menerima itu benar-benar yang sesuai, apakah tempat sasaran atau tidak. Termasuk juga untuk teman-teman UMKM, apakah mereka itu sudah mendapatkan pelatihan, apakah bantuan permodalannya itu sudah mendapatkan, atau untuk teman-teman yang lain terkait dengan akses kesehatan juga seperti itu,” ungkap dia.

Atikoh menyebut dengan adanya satu data dalam KTP Sakti, maka data penyaluran program kerakyatan lebih tepat sasaran dan merata hingga ke pelosok tanah air.

“Harapannya dengan perbaikan data seperti ini nanti akan semakin bagus program-programnya dan bisa benar-benar diterima oleh masyarakat,” kata Atikoh. (*)

Awaluddin Awe