Rudolf Smit Berpulang, Masyarakat Wisata Sumbar Antar Sampai ke Peristirahatan Akhir

Foto memperlihatkan alm Rudolf Smit (kiri) bersama seorang yuniornya (kanan) sedang berdsikusi. Pengakuan sang Yunior bahwa dirinya banyak belajar dari Rudolf ilmu tentang perhotelan dan pariwisata. (Foto : kredit)

JAKARTA – Seorang Praktisi Perhotelan dan Pariwisata Sumbar keturunan Belanda Rudolf Smit berpulang, Senin (3/2/2025) di Rumah Sakit Bhayangkara Padang diduga karena serangan jantung.

Menghadap Tuhannya sendirian di Padang, masyarakat pariwisata Sumbar yang tergabung dalam Forum Pariwisata Sumbar mengambilalih prosesi pemakaman almarhum Rudolf sejak dari rumah sakit hingga ke pemakaman di Tunggul Hitam Padang.

Mantan General Manager sejumlah Hotel bintang 4 dan Anailand Resort di Padang ini, sebelum berpulang kerahmatullah memang hidup sendirian di kamar kosnya di kawasan Ulak Karang Padang. Satu anaknya berprofesi Dokter saat ini berdomisili di Bali.

Rudolf Smit yang dikenal bersemangat dan aktif mendorong pengembangan pariwisata di Sumbar selalu menolak untuk dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan sakit komplikasinya.

Sampai kemudian dia diboyong ke rumah Sakit Bhayangkara oleh ibu kost dan kawan kawan satu kosnya. Almarhum disebut mendapat serangan jantung dan kemudian berpulang saat masih dalam penanganan dokter di RS Bhayangkara.

Kabar kepergian Mualaf asal Belanda ini, awalnya disampaikan praktisi pariwisata hijau Sumbar Ridwan Tulus di WAG Forum Pariwisata Sumbar, Senin.

Mendapat kabar bahwa semua keluarga almarhum tidak ada di Padang, Ketua Forum Pariwisata Sumbar Aim Zein bersama sejumlah anggota Forum mengambil alih prosesi pemakaman almarhum sejak dari rumah sakit hingga dimakamkan di Pandam Pekuburan Tunggul Hitam Padang.

Forum juga melakukan donasi cepat untuk mengatasi berbagai biaya sejak dari rumah sakit hingga pemakaman. Informasi tentang pembayaran kebutuhan untuk pemakaman almarhum Rudolf secara berkala dimuat di WAG FPS.

SIMAK JUGA :  ISRAEL DAN PALESTINA: RIWAYATMU DULU DAN KINI

Forum juga secara apik berkordinasi langsung dengan pemilik kost bernama Reni dan Lurah setempat serta dengan pihak rumah sakit.

Alm Rudolf Smit dikenal sebagai pribadi menyenangkan. Dia suka berbagai ilmu tentang perhotelan dan pariwisata kepada rekan dan yuniornya.

Rudolf juga mahir memaparkan pikiran dan pandangannya tentang perhotelan dan pariwisata Sumbar melalui berbagai media di Padang.

Di masa kejayaan Rudolf Smit di Padang bermunculan sejumlah hotel berbintang 4 seperti Hotel Pusako and Resort serta Hotel Bumiminang Padang.

Sebagai keturunan asing dan bekerja lama di Sumatera Barat, Rudolf Smit mengaku menyenangi tata cara adat dan agama Islam di Minangkabau. Pemahaman itu pula yang membuat dia sukses membangun karir di Ranah Minang.

Tetapi sebagai pribadi, almarhum juga bukan orang yang sempurna. Sebab itu pula Rudolf selalu menyampaikan kata maaf manakala pandangan dan pikirannya tidak disambut oleh lingkungannya.

Sampai akhir hayatnya di Padang, Rudolf Smit hidup sendirian. Keluarga besarnya berada di Jakarta, Bali dan Belanda. Rudolf adalah satu satunya dari keluarga besarnya yang masuk Islam atau Mualaf.

Selamat jalan pak Rudolf Smit. Semoga Allah SWT menempatkan dirimu dengan layak disisiNya. Aamiin. (*)

Awaluddin Awe

Mantan Pimpred Tabloid Forum Bisnis Padang,
Pemimpin Umum Harianindonesia id dan Pimpred Kabarpolisi.com Jakarta