PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Nataru, 93 Persen Jalan Nasional Berstatus Mantap

Salah satu ruas tol yang siap melayani para pemudik menjelang Nataru 2025-2026. Kementerian PU memastikan kesiapan infrastuktur nasional menghadapi Nataru. (Foto : Dok PU/AWE/HI)

JAKARTA – Meski dalam kekuatiran cuaca ekstrem, Kementerian PU memastikan kesiapan infrastuktur nasional menjelang Nataru aman, 93 persen jalan nasional dalam status mantap.

Selain itu, sepanjang 3.115,98 km juga telah beroperasi untuk melayani pergerakan masyarakat selama periode Nataru 2025-2026.

“Kami memastikan penanganan bencana tidak mengurangi kesiapan infrastruktur untuk melayani masyarakat selama Natal dan Tahun Baru. Ruas-ruas strategis nasional, baik jalan tol maupun non-tol, kami jaga agar tetap aman, mantap, dan fungsional,” ujar Menteri Dody saat Media Briefing Kementerian PU di Auditorium Kementerian PU, Jakarta, Kamis (18/12/2025),

Selain itu, kata Menteri Dody, pihaknya juga telah menyiapkan 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang dilengkapi 189 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, Kementerian PU juga telah menyiapkan 1.150 unit Disaster Relief Unit (DRU) yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari berbagai alat berat dan peralatan pendukung yang siap dikerahkan sewaktu-waktu.

“DRU tersebut tersebar di berbagai wilayah, meliputi 331 unit di Pulau Sumatera, 249 unit di Pulau Jawa dan Bali, 121 unit di Pulau Kalimantan, 194 unit di Pulau Sulawesi, 166 unit di Kepulauan Nusa Tenggara dan Maluku, serta 89 unit di Pulau Papua,” jelas Menteri Dody.

Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan berbagai material strategis, antara lain jembatan bailey, bronjong, sandbag, serta material perkerasan cepat guna memastikan pemulihan akses dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kondisi darurat selama masa libur Nataru.

Kementerian PU juga menyiagakan 492 posko Nataru yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia pada periode 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan kondisi infrastruktur, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Kesiapan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, BMKG, Basarnas, dan para pengelola jalan tol,” papar Menteri Dody.

Untuk mendukung arus Nataru, sejumlah ruas tol telah dan akan dioperasionalkan, antara lain Jalan Tol Kamal – Teluknaga – Rajeg Seksi 1 sepanjang 4,7 km, penambahan lajur ruas Tangerang – Merak sepanjang 8,738 km, serta penambahan satu junction baru pada Ruas Palembang – Betung sepanjang 7,57 km yang siap operasional pada Desember ini.

Selain itu, lima ruas jalan tol dengan total panjang 142,587 km akan difungsionalkan, yakni Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 sepanjang 24,67 km, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 4 sepanjang 12,86 km, Tol Palembang–Betung Seksi 2 sepanjang 30,75 km, Tol Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 dan 2 sepanjang 24,08 km, serta Tol Ibu Kota Negara (IKN) dan Jembatan Pulau Balang sepanjang 50,227 km.

“Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, Kementerian PU bersama BUJT juga memberikan diskon tarif tol sebesar 10% hingga 20% pada 26 ruas jalan tol pada tanggal 22, 23, dan 31 Desember 2025, dengan sejumlah pengecualian sesuai ketentuan masing-masing ruas,” pungkasnya.

SIMAK JUGA :  Pemulihan Jalan dan Jembatan Pascabencana Sumatera Sudah Mencapai 50 - 78 Persen

Pondasi Ketahanan Nasional

Sementara saat menyampaikan sambutan pada Peringatan Hari Jalan 2025, Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian penting dari amanah Asta Cita dan arahan Presiden untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Tanpa mobilitas yang lancar, aktivitas ekonomi tidak akan tumbuh optimal, investasi terhambat, dan sistem logistik menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, konektivitas jalan menjadi prioritas strategis pembangunan lima tahun ke depan,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo, dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar.

Sebagai implementasi Asta Cita, Kementerian PU menjalankan Strategi PU608 (Tri Asa Pembangunan) yang menargetkan penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah 6, pengentasan kemiskinan menuju 0 persen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada tahun 2029. Infrastruktur konektivitas, khususnya jalan, menjadi instrumen utama untuk mencapai target tersebut.

Dirjen Roy menekankan bahwa ketahanan pangan nasional tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kelancaran distribusi dan efisiensi rantai pasok dari sentra produksi ke pasar.

“Pangan harus terjangkau, distribusinya lancar, dan logistiknya efisien. Di sinilah peran strategis jaringan jalan nasional dan daerah,” tegas Dirjen Roy.

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap swasembada pangan 2025, sepanjang tahun 2025 Kementerian PU melalui Ditjen Bina Marga telah melaksanakan pembangunan dan preservasi 1.611,05 km jalan serta 458,10 meter jembatan dengan nilai dukungan mencapai Rp10,20 triliun.

Selain itu, melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025, Kementerian PU turut mendukung pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional di Papua Selatan, khususnya pada ruas Wanam–Muting sepanjang 138,5 km.

Kementerian PU juga melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan.

Pada Tahap I, dukungan diberikan untuk optimasi lahan seluas 280.880 ha, Tahap II melayani 225.774 ha, dan Tahap III melayani 146.504 ha lahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja Ditjen Bina Marga menunjukkan capaian yang positif, antara lain pengembangan jaringan jalan nasional lebih dari 50.000 km, peningkatan konektivitas kawasan prioritas seperti Kawasan Ekonomi Khusus, kawasan industri, dan sentra pangan, pembangunan jalan di Papua Selatan serta jalan perbatasan dari Kalimantan hingga Papua yang menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal dan memperlancar logistik perbatasan.

Selain itu, Kementerian PU juga terus mendorong digitalisasi penyelenggaraan jalan melalui Integrated Road Management System (IRMS), Bridge Management System, pemanfaatan data spasial terintegrasi, serta penanganan Over Dimension Over Load (ODOL).

Seminar Nasional Hari Jalan 2025 menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimedia Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faisal, serta Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia Nofrisel.(*)

Awaluddin Awe