Persatuan Paguyuban Armada Akan Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur dan Mapolda Jateng

  • Bagikan

Ilustrasi Penambangan Tanpa ijin di Magelang, Jawa Tengah. 

 

Harianindonesia.id  –  Jawa Tengah, Persatuan komunitas armada lokal yang tergabung dalam komunitas paguyuban Merapi Trans Comunity ( MTC ), Buruh Slenggrong Merapi ( BSM ), Gawe Rukun Armada Merapi ( GRAM ), Driver Berkah Bantak ( DBB ), Akan menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Jawa Tengah dan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Pada Senin 12 Juni 2023 dalam Aksi keprihatinan kondisi pertambangan Merapi di Kabupaten Magelang.

Ketua Merapi Trans Comunity (MTC) Nida dikonfirmasi awak media pada Kamis ( 8/06/2023), Membenarkan ada aksi besar-besaran dari empat paguyuban komunitas armada lokal yaitu Merapi Trans Comunity ( MTC ), Gawe Rukun Armada Merapi (GRAM), Buruh Slenggrong Merapi (BSM), Driver Berkah Bantak (DBB) berjumlah kurang lebih seribu orang, dengan membawa kurang lebih seratus armada truk.

Akan menyampaikan tuntutan Ke Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, Agar menentukan pilihan atas persoalan penambangan menggunakan alat berat secara ilegal yang semakin tidak terkendali. Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Tengah harus berani menentukan sikap, Ucapnya.

Aksi masa juga akan mendesak Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Menagih Kapolri untuk serius menangani permasalahan penambangan pasir menggunakan alat berat secara ilegal di Magelang. Faktanya, selama ini kepolisian kan cenderung tidak serius. Bahkan seolah dibiarkan di depan mata,” sesalnya.

Kegiatan penambangan menggunakan alat berat tanpa ijin di Magelang, setiap mau ada penindakan ke titik penambang, Selalu ada kebocoran informasi. Yaitu alat berat yang di gunakan untuk melakukan penambangan ilegal sudah bergeser ke tempat lain.

Dia menegaskan, kalau perintah Kapolri diabaikan oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan jajarannya, maka keterlaluan. Padahal Saat ini polisi perlu mengembalikan kepercayaan publik pasca kasus Sambo. “Kalau serius (polisi), maka pelaku tambang ilegal khususnya Magelang harus siap-siap diburu.

SIMAK JUGA :  Ditanya Soal Wawan Bermalam Dengan Wanita di Hotel, Airin Pilih Diam

Karena fakta di lapangan tambang pasir menggunakan alat berat tanpa ijin /ilegal kian subur, Di Magelang lahan pertanian, hutan , dan sungai semakin hancur. Banyak menjadi permasalahan dan sangat merugikan yang menimbulkan keluh kesah masyarakat.

Seruan aksi titik kumpul pertama di lapangan Srumbung dan rest area Gremeng, Munthilan, Magelang jam ,,06.00 Wib. Pungkasnya. ( Tim Red- )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *