- COO Danantara/Kepala BP BUMN Dony Oskaria didampingi sejumlah Dirut BUMN Karya, Koentjoro (HK), Muharmen (AK) dan Firmansyah (NK) beserta sejumlah petinggi puncak BUMN lainnya meninjau kesiapan Huntara yang dipersiapkan menampung pengungsi Aceh. (FOTO : Humas Danantara/Awe/HI)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadualkan akan melihat secara langsung pembangunan 600 Hunian Sementara (Huntara) bagi pengungsi di Aceh Tamiang, 1 Januari 2026.
“InsyaAllah. Bapak Presiden Prabowo akan meninjau langsung pembangunan 600 Huntara bagi para pengungsi dari Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026 mendatang,” kata COO Danantara/Kepala BP BUMN Dony Oskaria kepada wartawan di Aceh Tamiang, Senin (29/12/2025).
Kunjungan Presiden dimaksudkan untuk memastikan kesiapan Huntara, sebelum kemudian digunakan oleh para pengungsi.
Mantan Direktur Utama InJourney ini berada di Aceh Tamiang melihat secara langsung kondisi Huntara yang sudah selesai dibangun dan yang sedang dibangun.
Menurut Dony, Huntara yang dibangun adalah hunian yang terbaik dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengungsi.
“Ini adalah Huntara yang terbaik dan memberikan kenyamanan bagi para korban bencana banjir, harus kita berikan yang terbaik kepada korban banjir, ” kata Dony Oskaria.
Huntara yang akan diresmikan ini adalah bagian dari Program BUMN Peduli terhadap korban bencana banjir bandang di Aceh, Sumut dan Sumbar.
Ke 600 Huntara itu akan dibangun oleh 7 BUMN Karya dan didukung BANK Himbara, PLN dan Telkomsel, terbesar dukungan itu adalah PTPN.
Awalnya, masing masing BUMN Karya mendapat bagian 30 unit, kini dinaikan jadi 50 unit, kecuali Hutama Karya yang diberikan tugas lebih yakni 120 Huntara.
Saat meninjau lokasi Huntara, Dony Oskaria yang terlihat segar dengan baju dinas warna coklatnya, diampingi sejumlah petinggi BUMN yakni Koentjoro (Hutama Karya), Muharmen Zein Chaniago (Adhi Karya) dan Firmansyah (Nindya Karya), serta sejumlah dirut BUMN lainnya.
Pada kesempatan meninjau pembangunan Huntara itu, Dony Oskaria memberikan semangat kepada para pekerja untuk bekerja cepat, supaya target peresmian 1 Januari 2026 bisa tercapai.
500 Huntara Siap Dihuni
Sebelumnya, Chairman Danantara Roslan P Roslani dalam kaitan penyiapan hunian sementara bagi para pengungsi ini, telah melaporkan kepada Presiden bahwa saat ini sudah terdapat 500 Huntara, yang siap digunakan oleh para pengungsi.
Chairman Danantara yang juga Menteri Investasi/Ketua BKPM Rosan P Roslani menyampaikan kesiapan 500 Huntara menampung pengungsi, saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di Kertanegara, Sabtu (27/12/2025).
Didampingi Menseskab Teddy Indra Wijaya, Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia ini menyampaikan kepada Presiden bahwa 500 Huntara yang sudah siap dihuni merupakan progres 15.00O Huntara yang akan dibangun oleh Danantara bersama partisan lainnya.
Kabar pertemuan Rosan ini dirilis Menseskab Teddy Indra Wijaya melalui akun resmi @sekretariat.kabinet, Minggu (28/12/2025).
“Menteri Rosan menyampaikan setidaknya 500 hunian akan siap pada minggu ini beriringan dengan pembangunan hunian lainnya,” kata Teddy dalam Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Minggu (28/12).
Rosan menyampaikan huntara lainnya akan menyusul diselesaikan. Proses pembangunan terus dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan.
“Hunian lainnya juga sedang dibangun oleh BNPB, Kementerian PU serta Kementerian Perumahan,” tulis keterangan tersebut.
Pengungsi Capai 399.172
Sementara Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) dalam laporannya menyebutkan sampai 28 Desember, jumlah pengungsi korban bencana banjir bandang di Aceh, Sumut dan Sumbar sudah mencapai 399.172 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan sebaran pengungsi terbesar berada di Aceh yakni sebanyak 377.853 orang.
Sementara sisanya, berada di kabupaten dan kota di Sumatera Utara sebanyak 11.384 orang dan di Sumatera Barat 9.935 orang.
Sampai saat ini, mereka masih tinggal di tenda pengungsian atau tinggal di rumah kontrakan serta di rumah keluarga. Para pengungsi berharap dapat tinggal di Huntara dan Hunian Tetap yang akan dibangun pemerintah supaya dapat melanjutkan kehidupan normal layaknya sebuah keluarga. (*)
Awaluddin Awe







