Pelindo Cermati Situasi Geopolitik Global, Budi Prasetio : Sejauh Ini Pelabuhan Masih Normal

Foto ilustrasi aktifitas di Pelabuhan Tanjung Priok. Sejauh ini aktifitas pelabuhan masih berjalan normal meski Iran menutup Selat Hormuz. (Foto : Dok website Pelindo 2)

JAKARTA (HARIANINDONESIA.ID) – PT Pelindo 2 terus mencermati perkembangan situasi geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah, serta dampak potensialnya terhadap industri pelayaran internasional.

“Kami terus berkoordinasi secara aktif dengan perusahaan pelayaran, operator terminal, serta otoritas terkait untuk memastikan kesiapan layanan di Pelabuhan Tanjung Priok.” ujar Plh Executive Director Pelindo Regional 2, Budi Prasetio kepada Harianindonesia.id di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Budi dimintakan penjelasannya terkait dampak Perang Amerika – Israel dengan Iran. Salah satunya adalah ditutupnya jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz oleh Iran.

Tetapi sepertinya, penutupan Selat Hormuz masih belum terdampak terhadap aktifitas di Pelabuhan Regional 2.

Ditegaskan Budi, hingga saat ini aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan Tanjung Priok berjalan normal. Arus peti kemas ekspor–impor, pelayanan kapal, serta operasional terminal tidak mengalami gangguan langsung akibat dinamika global tersebut.

“Demikian juga, dari sisi operasional pelabuhan, kami fokus menjaga keandalan layanan, kesiapan infrastruktur, serta kelancaran arus barang agar distribusi logistik nasional tetap terjaga.” paparnya lebih lanjut.

Budi menambahkan, bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan dan menyesuaikan langkah-langkah operasional bila diperlukan, serta menyampaikan informasi terbaru secara terbuka apabila terdapat perkembangan yang berdampak langsung pada layanan kepelabuhanan.

Kinerja Membaik

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikutip dari website Pelindo 2 kinerja kepelabuhanan di wilayah kerja Pelindo Regional 2 mencatatkan capaian positif pada awal tahun 2026.

Hingga Januari 2026, arus kapal tercatat mencapai 2,18 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), diikuti pertumbuhan arus barang dan peti kemas yang konsisten di sejumlah pelabuhan utama.

Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan, baik domestik maupun internasional, di berbagai wilayah.

“Mengawali tahun 2026 di bulan Januari, arus kapal telah mencapai 2,18 persen dari RKAP. Arus barang tumbuh 1,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan telah mencapai 7,35 persen dari target RKAP, sementara arus peti kemas meningkat 4,53 persen secara tahunan,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Jumat (13/2).

SIMAK JUGA :  30 Kementerian Jadi klaster Covid-19, Kementerian Kesehatan Terbanyak Dalam Jumlah Kasus Positif

Ia menjelaskan, pertumbuhan arus kapal didorong oleh meningkatnya kunjungan kapal di sejumlah cabang.

Sebagai contoh, di wilayah Banten, peningkatan terjadi di dermaga non-umum seiring bertambahnya trafik kapal dari kawasan industri Indah Kiat dan Bojonegara.

Sementara di Palembang, lonjakan kunjungan kapal tercatat baik di dermaga umum akibat meningkatnya kapal luar negeri ber-GT besar, maupun di dermaga non-umum melalui aktivitas tongkang dan tug boat pengangkut batubara.

Di Pontianak, peningkatan arus kapal terjadi di Terminal Kijing, didorong oleh ekspor CPO dan turunannya ke Tiongkok, pergerakan alumina ke Kuala Tanjung, serta distribusi bauksit domestik. Aktivitas kapal roro domestik juga meningkat seiring tambahan call kapal pada rute Marunda.

Tren Peti Kemas Naik

Sejalan dengan itu, arus barang non-petikemas juga menunjukkan tren naik. Di Tanjung Priok, peningkatan didorong oleh curah kering di Kade Sarpindo dan Bogasari.

Pontianak mencatat kenaikan signifikan pada komoditas bauksit, alumina, serta curah cair produk sawit dan bahan kimia. Sementara di Panjang, pertumbuhan berasal dari curah cair turunan CPO, FAME, molases, serta ekspor palm kernel expeller.

Adapun arus peti kemas tumbuh 4,53 persen dibandingkan Januari 2025. Peningkatan volume tercatat di Terminal NPCT1 melalui sejumlah layanan internasional, di TPK Koja dengan tambahan kapal adhoc dan kenaikan call kapal, serta di terminal-terminal peti kemas lainnya di Tanjung Priok yang ditopang pertumbuhan volume dari berbagai shipping line.

Dari sisi kualitas layanan, Pelindo Regional 2 juga mencatatkan perbaikan kinerja operasional. Waiting Time for Pilot di Cabang Tanjung Priok hingga Januari 2026 tercatat 0,40 jam, lebih baik dibandingkan target anggaran 0,50 jam, berkat perencanaan operasional yang optimal dan kesiapan pandu.

Selain itu, kinerja bongkar muat curah cair dan curah kering di sejumlah terminal berada dalam kategori “baik”, didukung kesiapan tangki timbun, kelancaran sistem pompa kapal, kecukupan armada truk, serta kesiapan kargo di stockpile. Budi menegaskan, capaian awal tahun ini menjadi sinyal positif bagi kinerja kepelabuhanan ke depan.

“Kami terus menjaga konsistensi layanan dan keandalan operasional agar pertumbuhan ini dapat berlanjut, sekaligus mendukung kelancaran arus logistik dan aktivitas perdagangan nasional,” tutupnya. (*)

Awaluddin Awe