Pasar Mama
JAYAPURA – Pasar Mama-mama Papua yang terletak di Jalan Raya Percetakan, Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura kini terlihat kumuh lantaran didapati banyak bercak ludah pinang disegala sudut bangunan.
Selain ludah pinang, sampah pelastik seperti botol dan bekas makanan berceceran.
Dorika Nonce Ginia (25), wanita asal Kota Dingin Wamena, Papua ini mengatakan cukup menyayangkan apabila tidak diperhatikan, kebersihan pasar.
“Harusnya masyarakat bisa lebih pekah dan tertib kebersihan, karena pasar sangat kotor sekali,” ucapnya kepada Tribun-Papua.com.
Ia merasa, masyarakat menggunakan budaya makan pinang seenaknya.
“Mengkonsumsi pinang itu tidak ada larangan, yang menjadi masalah adalah perilaku buang sembarangan. Padahal harus ada inisiatif dari diri,” tegasnya.
Selain itu, Dorika berharap agar ada kebijakan dan ketegasan dari Pemerintah Kota Jayapura, dalam menyikapi hal ini.
“Solusi sebenarnya ada, tapi seperti saya jelaskan bahwa ketika sudah ada kebijakan, maka harus ditaati tidak langgar,” pungkasnya.
Untuk itu, Dorika berharap kebersihan lingkungan adalah cerminan kesehatan diri, memahami bahwa semua adalah tugas bersama.
“Pasar itu memang fasilitas umum yang disediakan pemerintah, tapi kita harus sadar ini sarana telah diberikan jadi jangan seenaknya,” tegasnya.
“Kalau bisa kebijakan makan pinang harus ditiadakan di kawasan umum, agar tetap terawat,” tambahnya kepada Tribunpapua







