Menteri Dody Tinjau Langsung Penanganan Pasca Bencana di Aceh Tamiang : Kita Kerja 24 Jam

Menteri PU Dody Hanggodo sedang melihat ke arah tumpukan sedimen lumpur di ruas jalan nasional di Aceh Tamiang. Menteri Dody kemudian mengajak jajarannya bekerja 24 jam untuk membereskan jalan nasional di Aceh Tamiang. (Foto : Biro Komunikasi Publik KemenPU/Awe/HI)

JAKARTA – Menteri PU Dody Hanggodo turun langsung ke Aceh Tamiang guna melihat proses penanganan pasca bencana, setelah itu langsung memerintahkan jajaran PU bekerja 24 Jam.

Menteri Dody berada di Aceh Tamiang Rabu (24/12) dan melakukan inspeksi ke lapangan bersama sejumlah pejabat PU dari Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Menteri Dody menginstruksikan kepada jajarannya bekerja fulltime 24 jam. Alasannya di pusat kota masih terdapat banyak sampah sisa banjir bandang yang belum dibersihkan.

Dari sisi lain, terdapat tiga ruas jalan terdampak, terdiri dari satu ruas jalan nasional dan dua ruas jalan daerah yang harus dilakukan pembersihan lumpur dan sedimentasi.

“(Oleh sebab itu) Saya minta kita bekerja 24 jam untuk mengejar waktu. Pagi sampai sore mengumpulkan lumpur dari lorong-lorong kanan dan kiri, kemudian malam hingga subuh fokus membersihkan area tengah kota, ada shift kerjanya,” kata Menteri Dody.

Saat ini, staf kementerian PU sedang fokus membereskan perbaikan jalan nasional pada Ruas Jalan Kota Kuala Simpang – Batas Provinsi Sumatera Utara.

Meski terdampak endapan lumpur, tetapi seluruh jembatan nasional di Aceh Tamiang dilaporkan dalam kondisi baik dan dapat dilalui.

Kementerian PU menargetkan pembersihan jalan nasional dapat diselesaikan dalam 3–4 hari ke depan.

“Dari batas masuk Kota Tamiang sampai jembatan masih banyak lumpur, saya minta dipercepat. Memang kendalanya di lapangan lalu lintas dari pagi sampai sore sangat kuat, sehingga pekerjaan menjadi lebih sulit, tetapi manfaatkan juga waktu malam,” tutur Menteri Dody.

SIMAK JUGA :  PU Cek Struktur Jembatan dan Perkuat Tebing Batang Anai Serta Burukan Normalisasi Batang Sumpur

Penanganan darurat Jalan Nasional di Aceh Tamiang telah dilakukan Kementerian PU sepanjang kurang lebih 30 kilometer.

Saat ini, pembersihan masih difokuskan pada lumpur sedimentasi di bahu dan pinggir jalan, termasuk material yang dibuang warga ke sisi jalan saat membersihkan rumah masing-masing .

Untuk mendukung percepatan pekerjaan, Kementerian PU telah mengerahkan 22 unit alat berat dan 10 unit dump truck di wilayah Aceh Tamiang.

Secara rinci, di titik penanganan tertentu terdapat 12 alat berat dan 10 dump truck, sementara di kawasan Kota Kuala Simpang telah disiagakan 21 unit alat berat, meskipun dinilai masih perlu tambahan.

“Di kota ini alat berat masih kurang, jadi akan kita tambahkan lagi. Saya sudah meminta Kepala Balai Jalan dan Kepala Balai Sumber Daya Air di Medan untuk mencari penyedia jasa alat berat yang bisa kita sewa,” tambahnya.

Dengan langkah percepatan tersebut, Kementerian PU menargetkan dalam waktu 3-4 hari ke depan fungsi jalan nasional di Aceh Tamiang dapat pulih optimal dan aktivitas masyarakat serta distribusi logistik kembali berjalan lancar.

Kementerian PU juga berkomitmen untuk mempercepat pemulihan dan pembersihan lumpur di kawasan – kawasan pusat perekonomian seperti pasar dan pertokoan di Kabupaten Aceh Tamiang. (*)

Awaluddin Awe