Mendagri Tito Karnavian menyerahkan secara simbolis bantuan bagi para korban bencana banjir bandang di Aceh. (Foto : Humas Kemendagri/Awe/HI)
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meninjau secara langsung kondisi wilayah terdampak di Propinsi Aceh.
Selama berada di Aceh, Kasatgas Tito mengunjungi sejumlah fasilitas infrastruktur seperti jembatan dan sekolah yang terdampak bencana, serta Huntara, sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban bencana banjir bandang, 25 November 2025 lalu.
Kunjungan kedua Mendagri adalah ke Kabupaten Bireuen didampingi Bupati Bireuen Muhklis.
Kasatgas Tito menyampaikan bahwa kondisi Bireuen secara umum terpantau cukup baik, khususnya di kawasan perkotaan, meski masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan penanganan lanjutan.
“Saya tadi dari Pidie Jaya, sekarang ke Bireuen. Di Bireuen, saya sudah diskusi dengan Pak Bupati, Alhamdulillah kotanya bagus. Tidak terdampak seperti di tempat lain,” katanya kepada awak media di Lapangan Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Tito melanjutkan, meski kondisi kota relatif baik, masih terdapat sejumlah wilayah yang tertutup lumpur, termasuk pada beberapa jembatan.
Untuk penanganan dan perbaikan jembatan, saat ini sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Ia juga berencana bertemu dengan Menteri PU Dody Hanggodo untuk berdiskusi lebih lanjut terkait jembatan-jembatan di Kabupaten Bireuen.
“Kedua adalah saya sampaikan bagaimana cara, ide, untuk membersihkan rumah-rumah, lorong-lorong yang tertutup. Perlu alat berat, [alat] yang setengah berat, namanya semiberat ya, dalam jumlah yang cukup banyak. Supaya bisa masuk ke rumah-rumah penduduk,” ujarnya.
Tito menyampaikan bahwa langkah-langkah pembersihan lumpur tersebut saat ini sedang didiskusikan.
Ia meminta Bupati Bireuen untuk menyampaikan kebutuhan yang diperlukan guna percepatan pembersihan.
“Prinsip saya akan mendukung penuh. Di samping itu kan, anggaran [TKD] untuk daerah pun, di Aceh kan sudah dikembalikan. Oleh Bapak Presiden pun sudah setuju dikembalikan,” terangnya.
Pidie
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya di Lapangan Kantor Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (21/1/2026).
Bantuan tersebut terdiri atas 100 paket air mineral, 65 paket mi instan, 13 karung beras masing-masing seberat 50 kilogram, 20 unit cangkul, serta 10 unit gerobak dorong.
Paket bantuan ini disalurkan untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, Tito juga menyerahkan berbagai paket bahan pokok dan perlengkapan sandang, seperti kelambu, pakaian anak, mukena, selimut, masker, serta perlengkapan kebersihan.
Tito menyampaikan, Pidie Jaya merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Hingga Rabu (21/1/2026), masih terdapat beberapa ruas jalan yang terputus dan belum sepenuhnya tertangani, serta tumpukan lumpur di sejumlah fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Kendati demikian, kondisi terkini di daerah tersebut mulai menunjukkan perkembangan pemulihan yang positif. Terlihat dari aliran listrik dan jaringan internet yang sudah kembali lancar, serta pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang telah memadai.
Tito juga menyatakan bahwa dirinya juga mendorong percepatan pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) kepada wilayah terdampak, termasuk pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Aceh.
“Jadi intinya adalah menambah keuangan provinsi, kabupaten, kota. Untuk Aceh ini lebih kurang hampir 1,6 triliun, 800 [miliar] adalah di provinsi, 800 [miliar] lagi di kabupaten, kota,” jelasnya.
Tito berharap penambahan keuangan tersebut dapat membantu daerah terdampak memenuhi berbagai kebutuhan kecil. Sementara itu, penanganan yang membutuhkan biaya besar, seperti memperbaiki atau membangun jembatan dan jalan, tetap dilakukan oleh pemerintah pusat.
Tinjau Huntara
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian juga meninjau hunian sementara (huntara) yang dibangun Danantara bagi para pengungsi bencana di kawasan Kantor Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (21/1/2026).
Tito menyusuri area huntara untuk memastikan kelayakan serta kelengkapan sarana dan prasarana bagi para pengungsi.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, terdapat 162 unit huntara dari Danantara yang telah dilengkapi dengan fasilitas bermain anak serta sarana kamar mandi dan sanitasi yang memadai.
“Saya sudah melihat, sangat layak sekali. Ada tempat bermain untuk anak-anak, ada toilet wanita, toilet pria dipisahkan. Di kamar-kamarnya juga layak, ada tempat tidur dua ranjang, ada lemari plastik, ada kipas angin. Dan suasananya sangat nyaman,” kata Tito.
Selain huntara dari Danantara, Tito mengungkapkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga membangun sekitar 100 unit huntara di depan Gedung MTQ Pidie Jaya yang diperuntukkan bagi warga yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat.
“Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat. Terutama yang [rumahnya] rusak berat dan hilang,” kata Tito.
Tito mengaku terkesan sekaligus mengapresiasi kerja sama lintas sektor antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda) yang bergotong royong membangun huntara bagi para pengungsi. Ia pun optimistis, dengan kolaborasi tersebut, kehidupan masyarakat Pidie Jaya akan berangsur pulih dan kembali normal.
“Jadi kita melihat progres yang sangat bagus. Terima kasih banyak kepada Pak Bupati, kepada Pak Wagub, kepada Kepala BNPB, dan utamanya kepada Danantara yang menyiapkan ini, dan Pak Kepala BNPB yang sudah menyiapkan [huntara] di depan,” kata Tito.
Renovasi Sekolah
Terakhir, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau kondisi SMA Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang masih dipenuhi lumpur mengeras akibat banjir yang terjadi pada akhir November 2025.
Dalam peninjauan tersebut, Tito menginstruksikan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, untuk segera membersihkan tumpukan lumpur yang mengeras di lingkungan sekolah agar aktivitas belajar mengajar bisa kembali normal.
Menurut Tito, proses belajar mengajar para siswa tidak boleh berlarut-larut terganggu. Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh dan Pemkab Pidie Jaya segera menyampaikan data rinci sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat untuk segera direnovasi. Data tersebut akan diserahkan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Tito menegaskan, renovasi SMA Negeri 2 Meureudu harus menjadi prioritas. Ia tidak ingin para siswa terus-menerus belajar di tenda darurat atau ruang kelas yang tidak layak. Meski meminta para siswa untuk bersabar, Tito memastikan perbaikan gedung sekolah segera dilakukan.
“Ini (SMA Negeri 2 Meureudu) jadi prioritas. Itulah saya minta data dari TK, SD, SMP SMA [berikut] letaknya di mana,” kata Tito saat meninjau kondisi SMA Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (21/1/2026).
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengaku, sudah mengumpulkan dan menyerahkan data sekolah yang rusak karena bencana banjir di Pidie Jaya kepada Pemprov Aceh.
Sebagai informasi, kunjungan Kasatgas Tito Karnavian ke Pidie Jaya merupakan rangkaian agenda meninjau progres rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana di Aceh.
Awaluddin Awe







