Beranda BERITA UTAMA Massa Kembali Gelar Aksi Protes di Kantor Walikota Sorong

Massa Kembali Gelar Aksi Protes di Kantor Walikota Sorong

Lensa Timur.

JAKARTA, Harian Indonesia ID – Kondisi keamanan di Kota Sorong, Papua Barat belum kondusif. Warga masih takut untuk keluar rumah karena kerusuhan di sejumlah ruas jalan di Sorong sejak, Senin (19/8) kemarin.

Jurnalis Transmedia di Sorong, Jersy Allen melaporkan, hingga Selasa (20/8) pukul 08.00 WIB, warga belum dapat beraktivitas.

“Massa belum membuka blokade jalan, pegawai-pegawai di instansi pemerintah belum bisa masuk ke kantor,” kata Jersy Allen seperti disiarkan CNNIndonesiaTV, Selasa (20/8)

Jersy juga mengatakan, rencananya massa juga akan melakukan long march ke kantor Wali Kota Sorong untuk melanjutkan aksi protes terkait insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.

“Rencananya aksi akan dilakukan pukul 10.00 WIT,” kata Jersy.

Kerusuhan di Kota Sorong terjadi sejak kemarin siang. Massa merusak sejumlah fasilitas umum termasuk Bandara Domine Eduard Osok (DEO). Massa melakukan pelemparan terhadap kaca di sejumlah ruangan di bandara. Aktivitas bandara seperti dilaporkan oleh sumber CNNIndonesia.com, lumpuh akibat kerusuhan tersebut.

Namun, menurut Jersy, aktivitas di bandara mulai berangsur pulih.

“Jadwal penerbangan mulai normanl, sejumlah aparat keamanan menjaga ketat area bandara,” kata Jersy.

Dalam kerusuhan di Sorong, Lembaga Permasyarakatan Klas II B Sorong, Papua juga terbakar.

Kabag Humas Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Ade Kusmanto mengatakan, pembakaran bangunan lapas dipicu oleh pedemo yang berada di luar lapas.

Ade menambahkan, peristiwa tersebut berujung kepada kaburnya sejumlah narapidana. “Sehingga terjadi kerusuhan berujung adanya perlawanan kepada petugas, pelarian dan pembakaran,” kata Ade.

Berdasarkan kronologi Ade, para pedemo melempari gedung lapas yang memicu provokasi penghuni lapas. Dari pelemparan itu, kata dia, salah seorang petugas terluka karena menghalangi narapidana yang memaksa ke luar lapas. (Handry Tuuk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here