Lima Jam Menempuh Jalan Bebatuan, Tim WAG Top100 Capai Sasaran Bantuan Gempa Pasaman

PADANG – Tim kemanusiaan dari Grup WhatsApp terkemuka di Sumbar yakni TOP100 yang dipimpin salah satu adminnya, Jasman Rizal berhasil mencapai daerah sasaran bantuan bagi korban bencana gempa di Pasaman Barat di Rawang Bukit Lintang Malampah, Jumat (4/3) sekitar pukul 14.10 WIB.

Selain Jasman, tim juga diperkuat sejumlah anggota WAG TOP100 diantaranya Adrian Toaik, Dr Sari Lenggogeni, Mona Sisca, Bundo Wati dan Gusdi Riko.

“Alhamdulillah, kami telah sampai di daerah kawasan gempa yang warganya sangat membutuhkan bantuan. Ini sesuai dengan komitmen teman teman di Top100 bahwa bantuan harus ditujukan kepada korban bencana secara langsung dan sangat membutuhkan bantuan,” kata Jasman Rizal kepada wartawan, disela sela penyerahan bantuan kepada warga Bukik Lintang Malampah.

Bukik Lintang Malampah adalah kawasan paling terdekat dari Gunung Malampah yang paling fenomenal di Pasaman Barat pasca gempa. Gunung ini awalnya memiliki sungai yang relatif kecil, tetapi pasca gempa, sungai di kaki gunung Malampah berubah menjadi luas dan sempat membawa aliran lumpur ke kawasan pemukiman rakyat.

Kawasan Lintang Malampah termasuk daerah paling berat terkena gempa. Nyaris semua rumah di kawasan itu rusak parah, sehingga semua warga terpaksa tidur di tenda tenda apa adanya.

Aktivis kemanusiaan WAG Top100 yang juga kordinator donasi gempa Pasaman Dr Sari Lenggogeni mengaku sangat prihatin dengan kondisi korban bencana gempa.

Lenggo juga memprihatinkan banyak bayi yang juga terpaksa harus tidur di tenda tenda apa adanya itu. Dia mengkuatirkan kondisi itu akan berakibat buruk bagi kesehatan bayi.

Lenggo berharap akan turun segera bantuan tenda yang lebih permanen sehingga para bayi dan orang tua serta keluarga lainnya bisa tidur dengan jaminan kesehatan lebih baik dibandingkan tenda tenda yang ada sekarang.

“Saya melihat cukup banyak bayi yang terpaksa tidur di tenda apa adanya saja. Dan itu sangat tidak baik bagi perkembangan kesehatan sang bayi,” ujar Lenggo yang mengaku tak kuasa melihat kondisi bayi di penampungan sementara itu.

SIMAK JUGA :  Singgung Artis yang Terlibat Prostitusi, Hana Hanifah : Ada Nama Terkenal

Salah satu warga di Bukik Lintang Malampah bernama Samsir mengaku mereka terpaksa tidur di tenda apa adanya saja karena nyaris semua rumah disitu rusak parah terkena gempa.

“Habis semua pak, sementara kami mengungsi ke tenda yang disiapkan secara mandiri. Adanya bantuan ini sangat berarti sekali bagi kami, terimakasih TOP 100,”ujar Samsir.

Jasman Rizal mengaku puas setelah berhasil menyalurkan semua bantuan dari hasil donasi Warga Top100 kepada korban gempa yang benar benar membutuhkan.

Padahal, tim ekspedisi kemanusiaan Top100 harus menempuh perjalanan sangat berat dan berbatuan dalam waktu lima jam dari jalan utama Pasaman.

“Walau medan berat dan melelahkan, tetapi kami puas dengan hasil penyampaian bantuan ini dan sesuai dengan amanah warga Top100 bahwa sumbangan harus ditujukan kepada yang benar benar membutuhkan dan harus langsung kepada yang bersangkutan,” jelas Kadis Kominfotik Sumbar ini.

Bantuan yang disalurkan warga Top100 terdiri 500 paket yang terdiri dari karpet, perlengkapan mandi, makanan bayi dan selimut.

Dari video yang diunggah tim ekpedisi kemanusian Top100 sangat terlihat kebahagiaan warga setempat setelah Korlap Bantuan Top100 menyerahkan bantuan kepada warga setempat.

Gempa berkekuatan 6,1 skala richter menghantam kawasan Pasaman Barat dan Pasaman. Ratusan rumah rusak parah dan ribuan warga kini terpaksa tinggal dipenampungan sementara.

Para korban gempa Pasaman sangat membutuhkan bantuan tenda, selimut, peralatan bayi, makanan siap saji, obat obatan, bahkan pakaian.

Aktifitas penyaluran bantuan kepada korban gempa dari berbagai kalangan dilaporkan sangat memuaskan. Semua elemen tergerak menyalurkan bantuan kemanusiaannya ke lokasi penampungan.

Sabtu ini, dikabarkan anggota DPRRI dari Partai Gerindra Andre Rasiade memboyong sejumlah direksi BUMN yang membawa bantuan bagi korban bencana gempa di Pasaman dan Pasaman Barat. (*)

Awaluddin Awe