Joni Hendri Bicara Tan Malaka, Kita Harus Mengenang Jasa Para Pahlawan

Teks foto; Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Joni Hendri (ist)

PAYAKUMBUH – Tan Malaka salah seorang pahlawan kemerdekaan Indonesia. Tan Malaka adalah seorang tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang sangat berpengaruh dari Luak 50, Sumatra Barat, bahkan namanya berkibar sampai ke Benua Eropa dan banyak jadi idola dan panutan kaum pergerakan.

Lahir pada tanggal 2 Juni 1894 di Pandam Gadang, Suliki, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Tan Malaka dikenal sebagai seorang pejuang, penulis, dan pemikir yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dalam rangka mengenang 76 tahun gugurnya Bapak Republik Indonesia Tan Malaka di Kediri Jawa Timur ini. Berbagai komentar dan tanggapan bermunculan atas jasa-jasa beliau. Tidak terkecuali dari Joni Hendri seorang pengusaha perantau Luak 50 di Jakarta yang juga merupakan Waketum Bakor Paliko Luak 50.

Joni Hendri pengusaha yang telah melalang buana ke berbagai negara dalam urusan bisnisnya mengungkapkan kepada media, bagaimana dirinya merasa bangga dengan sosok bapak republik tersebut. Tan Malaka pejuang penyendiri yang juga terkenal sebagai seorang penulis produktif. Banyak dari buku dan gagasan serta ide-ide beliau yang digunakan sebagai pedoman menuju kemerdekaan. Tan Malala seorang tokoh pejuang kemerdekaan yang juga dikenal sebagai Bapak Republik Indonesia.

“Sudah sepatutnya selaku anak bangsa kita mengenang jasa – jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, apalagi sosok Tan Malaka Putra Ranah Minang yang terkenal dan berkontribusi besar dalam perjuangannya untuk Indonesia, lahir pada tanggal 2 Juni 1894 di Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, Tan Malaka dikenal sebagai seorang pejuang, penulis, dan pemikir yang memiliki peran penting untuk kemerdekaan Indonesia, ” ungkap Joni Hendri singkat

SIMAK JUGA :  Sah, Megawati Sebut Nama Prof Mahfud MD Sebagai Cawapres Ganjar Pranowo

Tan Malaka meninggal pada tanggal 21 Februari 1949, di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, dan diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1963 (tt)