Jambi Makin Dekat, HKi Rampungkan Konstruksi Tol Palembang – Betung 50,16 Persen

Foto pengerjaan tiga mainroad ruas tol Palembang – Betung. Ruas tol ini akan memperpendek jarak tempuh dari Palembang ke Jambi. (Foto : Humas HKI)

PALEMBANG (HARIANINDONESIA.ID) – Ruas jalan tol yang menghubungkan Palembang dengan Jambi sudah semakin dekat. Saat ini PT Hutama Karya Infrastruktur (HKi), sebagai kontraktor pelaksana pembangunan telah mencapai progres konstruksi 50,16 persen.

Realisasi pengerjaan sebesar ini tercapai pada bulan Februari lalu. Adapun pengerjaan meliputi tiga mainroad Jalan Tol Trans Sumatera.

Direktur Operasi III HKI Aditya Novendra Jaya menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 3 Mainroad yang dikerjakan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sudah mencapai progress 50,16% per akhir Februari lalu.

Tol sepanjang 14,69 km ini akan menghubungkan Interchange (IC) Pangkalan Balai hingga IC Betung dan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur penting untuk meningkatkan konektivitas wilayah di Sumatra Selatan.

“HKI menerapkan berbagai teknologi konstruksi untuk mendukung efisiensi dan ketepatan kualitas pekerjaan di lapangan. Salah satu teknologi yang digunakan adalah building information modeling (BIM) untuk pemodelan tiga dimensi, sehingga membantu proses perencanaan dan visualisasi konstruksi secara lebih terintegrasi,” ujar Direktur Aditya Novendra Jaya di Jakarta, Selasa (17/4/2026).

Dijelaskan oleh Aditya bahwa Proyek ini menghadapi tantangan teknis pada area rawa dengan lapisan tanah lunak yang diikuti oleh lapisan tanah keras.

Oleh karena itu, digunakan sistem pile slab dengan kombinasi tiang pancang dan bore pile untuk menjamin stabilitas struktur.

Tantangan lainnya yakni pengerjaan jalan tol yang bersinggungan dengan jalan nasional.

Untuk meminimalkan gangguan terhadap lalu lintas pada saat pemasangan balok jembatan antar pier, HKI menggunakan launcher dalam proses erection girder.

Teknik ini memungkinkan untuk pemasangan girder jembatan yang lebih cepat dan presisi.

SIMAK JUGA :  Hutama Karya Dorong Optimalisasi JTTS untuk Pengembangan Koridor Ekonomi Sumatera

Pada saat pelaksanaan erection girder, HKI bekerja sama dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk melaksanakan kegiatan buka-tutup jalan nasional guna menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Sejalan dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, HKI menerapkan prinsip green construction melalui pemanfaatan waste material sebagai material pendukung serta penggunaan lampu panel surya di area workshop guna meningkatkan efisiensi energi selama proses konstruksi.

Selain itu, HKI juga memberdayakan tenaga kerja lokal pada proyek ini, dengan jumlah sekitar 50% dari total pekerja.

“Kami berupaya memastikan proses konstruksi berkelanjutan dengan menerapkan berbagai langkah yang lebih ramah lingkungan serta mendukung efisiensi penggunaan sumber daya,” imbuh Aditya.

Pembangunan tol ini diharapkan dapat menjadi alternatif jalur yang lebih efisien sekaligus mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumatra Selatan.

“Tol Palembang–Betung Seksi 3 Mainroad diharapkan dapat mempercepat waktu tempuh Pangkalan Balai menuju Betung atau sebaliknya, mengurangi kepadatan di jalan nasional eksisting, serta memperlancar distribusi logistik,” tutup Aditya.

Dalam kesempatan terpisah di ruangan kerjanya Aditya mengaku bahwa pekerjaan konstruksi di tiga mainroad JTTS tersebut merupakan proyek terakhir pemerintah di ruas tol Sumatera.

Sampai saat ini, paparnya, pemerintah belum ada mengeluarkan pernyataan akan melanjutkan pembiayaan untuk lanjutan proyek tol Sumatera yang masih belum tersambung total.

“Pekerjaan konstruksi tol di Sumatera saat ini adalah lanjutan dari progres sebelumnya yang dananya sudah disiapkan oleh pemerintah, termasuk sejumlah Proyek PSN di Riau dan Sumbar.” jelas Aditya.

Ia tidak dapat memberikan penjelasan terkait lanjutan ruas tol Sumatera yang ‘masih terpotong potong’.

“Wah kalau soal itu sudah menjadi kewenangan pemerintah. Kami dari HKi hanya menjalankan tugas membangun dari pemerintah,” pungkas Aditya. (*)

Awaluddin Awe