Gunung Marapi Erupsi Lagi, Warga Diimbau Jauhi Radius Sampai 3 Km

Pemandangan awan putih bercampur dengan debu hasil erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat di foto dari kawasan Padang Panjang. (Foto : Screenlayar video Minangnews)

JAKARTA – Gunung Merapi, Sumatera Barat, Selasa (2/12) mengalami erupsi dengan mengeluarkan debu berwarna putih.

Warga diminta untuk menjauhi lokasi sampai 3 Km dari kawasan Gunung Marapi.

Mengutip laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahwa erupsi terjadi pada pukul 10.34 WIB, dengan aktivitas seismik yang terekam cukup signifikan meskipun kolom abu tidak teramati secara visual akibat tertutup kabut.

Dalam laporan resminya, PVMBG menyebutkan bahwa seismogram merekam amplitudo letusan mencapai ± 30,3 mm dengan durasi erupsi sekitar 51 detik. Meski tidak terlihat letusan visual, aktivitas vulkanik dinilai meningkat dan berpotensi menimbulkan erupsi susulan.

Data Aktivitas Seismik 24 Jam Terakhir (PVMBG).
3 kali gempa hembusan (amplitudo 1,3–2,3 mm)

4 kali tremor non-harmonik (amplitudo 1,1–1,9 mm)

1 kali gempa vulkanik dalam (amplitudo 2,8 mm)

Berdasarkan pemantauan ini, status Gunung Marapi tetap berada pada Level II – WASPADA. PVMBG kembali menegaskan bahwa masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat erupsi gunung tersebut.

PVMBG dan BMKG memberikan peringatan berikut kepada masyarakat.

1. Hindari Area Radius 3 Km.
Potensi lontaran batu pijar dan semburan material vulkanik masih dapat terjadi tanpa peringatan.

2. Waspada Lahar Dingin.
Warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di Marapi diminta siaga terutama saat hujan turun, karena lahar dingin dapat terbentuk sewaktu-waktu.

3. Antisipasi Abu Vulkanik.
Jika terjadi hujan abu.Gunakan masker dan pelindung mata

Tutup sumber air.
Bersihkan atap secara berkala untuk mencegah beban berlebih.
Tutup jendela & ventilasi rumah

SIMAK JUGA :  Upaya Tingkatkan Perekonomian, Ini Program Pemerintah Melalui Kemensos

4. Pemantauan Penerbangan.
BMKG menyatakan bahwa aktivitas Marapi dapat mempengaruhi jalur penerbangan. Otoritas bandara diharapkan terus memantau kemungkinan SIGMET atau advisory abu vulkanik, meski belum ada laporan gangguan penerbangan pagi ini.

Sejumlah warga di Tanah Datar dan Agam mengaku mendengar suara gemuruh ringan dari arah puncak gunung. Meski tidak terlihat abu, beberapa titik pos pemantauan mulai meningkatkan kesiapsiagaan.

Otoritas kabupaten serta BPBD telah diarahkan untuk berkoordinasi dengan aparat nagari guna memastikan informasi yang akurat sampai kepada masyarakat, sekaligus menangkal berita hoaks.

Ikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD.

Tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi.
Tetap siaga apabila tinggal di kawasan lereng Marapi dan sepanjang aliran sungai.
Pantau perkembangan cuaca yang dapat meningkatkan risiko lahar

Gunung Marapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Sumatera. Meski erupsinya berskala kecil, karakter letusan yang cenderung tiba-tiba menjadikan kewaspadaan tetap sangat diperlukan. (*)

Awaluddin Awe