Gubernur Survey Jalan Tembus Malalak-Sungai Batang  

  • Bagikan

 

Agam, harianindonesia.id

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah tinjau langsung akses jalan yang menghubungkan Nagari Malalak Utara, Kecmatan Malalak dengan Nagari Sungai Batang Maninjau, Kecamatan Tanjuang Raya Maninjau, di Kabupaten Agam melalui jalur Siluak, Sabtu (17/9).

 

Pembukaan akses jalan baru yang akan menjadi jalur alternatif bagi masyarakat Malalak dan Sungai Batang dengan jarak tempuh sepanjang 7,8 km. Jalan tanjakan yang memiliki kemiringan 30 derajat dan panjang 4 km dilakukan Mahyeldi dengan merintis jalan kaki.

 

Jalan tersebut merupakan salah satu pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus utama Pemerintah Sumbar. Gubernur Sumbar menargetkan jalan tersebut bisa dilalui masyarakat dan dapat berfungsi pada tahun 2023 dalam upaya menambah dan mempermudah transportasi serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

“Jalan alternatif ini kalau kita buka bisa menjadi urat nadi perekonomian yang akan mendukung kesejahteraan rakyat karena itu harus menjadi prioritas,” ujar Mahyeldi.

 

Nagari Sungai Batang memiliki potensi alam yang sangat luar biasa. Tempat lahirnya tokoh-tokoh bangsa seperti Buya Hamka dan Syeikh Amrullah.

Apalagi daerah tersebut masuk lima besar katagori Anugrah Desa Wisata Indonesia.

 

“Tentunya perlu dukungan sarana prasarana yang memadai, seperti akses jalan alternatif yang nantinya bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Bahkan dengan keberadaan jalan ini, maka akan ada transaksi jual beli produk hasil pertanian dan kerajinan sehingga menggerakkan ekonomi masyarakat di dua daerah,” ungkapnya menambahkan keterangan.

 

Sementara itu, Camat Malalak, Ricky Eka Putra sangat berharap akses jalan itu bisa dibuka dan dimanfaatkan masyarakat yang selama hampir 30 tahun diimpikan mereka.

 

Menurutnya, banyak penghematan jarak tempuh untuk membawa hasil pertanian, seperti kulit manis, rotan dan kopi mencapai

SIMAK JUGA :  Pemudik Wajib Urus SIKM Jika Balik ke Jakarta, Jika Tak ada Ditolak

jalan utama.

 

“Kalau kita menempuh jalur kelok 44, tentu membutuhkan waktu lama. Jadi kami masyarakat Malalak dan Sungai Batang sangat berharap bisa secepatnya pembangunan jalan ini,” tutur Camat Malalak dengan harapan besar.

 

Apalagi jalan kelok 44 sangat rawan bencana longsor, sehingga warga dan pengendara merasa was-was jika berada di lokasi tersebut.

 

Hadir dalam peninjauan jalan alternatif tersebut, Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas BKSA, Kepala Dinas PMD, Bappeda, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Kominfotik, Camat dan Walinagari setempat. (JJ)

Penulis: JJ
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *