SAMBUTAN – Cawapres NU-3 Prof Mahfud MD sedang menyampaikan sambutan pada Deklerasi Paslon Ganjar-Mahfud oleh etnis Tionghoa Kalbar, Sabtu (25/11). (Foto : Dok media centre)
Pontianak, HARIANINDONESIA.id – Calon Wakil Presiden NU-3 Prof Mahfud MD menghadiri Deklarasi dukungan etnis Tionghoa Kalimantan Barat (Hakka Kalimantan Barat), Sabtu (25/11), sekaligus peresmian Rumah Hakka yang terletak di Kabupaten Kubu Raya.

LAGU – Cawapres NU-3 Prof Mahfud MD bersama Ketua DPP HANURA Oesman Sapta Odang (OSO) menyanyikan lagu Indonesia Raya pada Deklerasi Paslon Ganjar-Mahfud oleh Etnis Tionghoa Hakka Kalbar, Sabtu (25/22). (Foto : dok media centre)
“Hari ini, khususnya buat orang Hakka, orang Tionghoa, ini suatu kebanggaan dan Rumah Hakka ini rumah adat Tionghoa, dipakai pertama kali untuk deklarasi Ganjar-Mahfud,” ujar Ketua Hakka Kalbar, Mulyadi, Sabtu (25/11/2023).
Rumah Hakka adalah tempat bagi etnis Tionghoa di Kalbar untuk bertemu dan membahas permasalahan yang dihadapi warganya.
Pada saat deklarasi dan peresmian rumah Hakka hadir ratusan warga etnis Tionghoa. Mereka berburu salaman dan swafoto dengan Menkopolhukam tersebut.
Cawapres NU-3, Mahfud MD memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan terhadap dirinya dan Ganjar. Menurut Mahfud, pihaknya menerima semua dukungan dari berbagai golongan
Meski ada deklarasi tapi ia tidak berkampanye politik elektoral. Pertemuan dengan komunitas Tionghoa merupakan silaturahim bersama masyarakat di Pontianak, kemudian bertemu dengan aktor-aktor politik.
“Bukan kampanye, tetapi aspirasi masyarakat kita dengar,” katanya.
Menanggapi deklarasi Hakka Kalbar, Mahfud berterima kasih. Dukungan dari berbagai elemen dia terima dengan bersyukur dan dipegangnya sebagai amanat, sebagai pengikat batin bahwa dirimya akan bekerja sesuai harapan para pendukung.
“Jadi sangat optimistis bisa menang, karena di seluruh Indonesia kami mendapat suara dan dukungan yang sama. Hampir setiap hari ada, karena Indonesia, menghendaki perbaikan di masa depan,” katanya.
Mahfud kembali mengingatkan tentang persatuan di Indonesia. Kata dia, tak ada gunanya maju di bidang ekonomi, infrastruktur, jika antaranak bangsa tidak rukun. (*)
Awaluddin Awe







