Ilustrasi rancangan Flyover Sitinjau Lauik dan foto penandatanganan penjaminan dan pembiayaan Flyover Sitinjau Lauik di Jakarta, Kamis (11/10). (Foto : Corcom HK/AWE/HI)

JAKARTA – Ditengah tekanan situasi macet panjang akibat dampak bencana alam di Sitinjau Lauik, kabar baik datang. Persero yang akan membangun jalur ekstrem Padang – Solok ini telah meneken skema pembiayaan senilai Rp2,79 triliun di Jakarta, Kamis (11/12).
Penandatanganan perjanjian pembiayaan sindikasi ini merupakan pembiayaan untuk Proyek KPBU Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I).
Acara penandatanganan yang dihadiri Gubernur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah, antara Direktur Utama PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (PTHPSL) Michael Arthur Paulus Rumenser dengan lembaga penjamin dan pembiaya proyek jalan dan jembatan Sitinjau Lauik.
Para pihak tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai Agen Jaminan dan Pemberi Fasilitas Pembiayaan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Agen Fasilitas, Agen Penampungan/ Escrow, dan Pemberi Fasilitas Pembiayaan, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai Pemberi Fasilitas Pembiayaan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Pemberi Fasilitas Pembiayaan, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan Bank Nagari sebagai pemberi fasilitas pembiayaan konvensional dan syariah.
PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik adalah Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dibentuk khusus untuk melaksanakan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I).
Perusahaan ini dibentuk oleh Pemrakarsa Proyek KPBU yaitu Konsorsium antara PT Hutama Karya (Persero) dengan kepemilikikan saham 55% dan PT Hutama Karya Infrastruktur dengan kepemilikan saham 45%.
Proyek Pembangunan Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) bertujuan untuk membangun jalan dan jembatan (flyover) sepanjang 2,774 km, dengan total nilai investasi mencapai 2,973 triliun.
Proyek ini memiliki masa konsesi selama 12,5 tahun yang mencakup 2,5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa layanan.
Langkah Krusial
Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik, Michael Arthur Paulus Rumenser, menyampaikan bahwa penandatanganan pembiayaan sindikasi ini merupakan langkah krusial yang menandai keseriusan seluruh pihak dalam mewujudkan infrastruktur yang telah lama dibutuhkan pengguna jalan dan pelaku logistik di Sumatera Barat.
“Dengan struktur pembiayaan sindikasi ini, HPSL memiliki landasan yang lebih kuat untuk memasuki fase konstruksi dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana.” kata Michael.
Penandatanganan perjanjian pembiayaan sindikasi ini juga menegaskan bahwa PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik telah memasuki tahapan penting menuju fase percepatan konstruksi Flyover Panorama I.
Proyek ini akan menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Solok, dua pusat pertumbuhan utama di Sumatera Barat.
Flyover dirancang sebagai solusi atas kondisi ekstrem Sitinjau Lauik—terutama tikungan tajam dan kemiringan curam—yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan dan salah satu hambatan utama arus logistik.
Kehadiran flyover diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, memperlancar distribusi barang, serta memudahkan mobilitas masyarakat.
Proyek ini juga diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat.
Penandatanganan pembiayaan sindikasi ini sekaligus mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, lembaga pembangunan nasional, perbankan nasional, dan lembaga pembiayaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan.
Sinergi multipihak ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat.
Ditegaskan, PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik sebagai Badan Usaha Pelaksana berkomitmen menjalankan proyek ini dengan standar terbaik, integritas tinggi, dan kesiapan penuh.
Tonggak Penting
Gubernur Provinsi Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, dalam kesempatan sama menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya penandatanganan pembiayaan sindikasi ini.
Ia menegaskan, penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Sindikasi Proyek KPBU Flyover Panorama I merupakan tonggak penting bagi percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat, sekaligus wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor perbankan nasional.
“Oleh karena itu, pembangunan Flyover Panorama I dengan nilai investasi sekitar Rp 2,79 triliun ini merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana. Proyek ini kami pandang sebagai salah satu simpul penting dalam penguatan jaringan logistik dan pariwisata Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Acara penandatanganan dihadiri Kementerian Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga, Rakhman Taufik, ST, M.Sc., dan Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan, Oktaviano Dewo Satriyo Putro, S.T., M.T.; serta perwakilan lembaga pembiayaan dan perbankan nasional. Hadir pula jajaran manajemen PT Hutama Karya (Persero), PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik. (*)
Awaluddin Awe













