Target Fakhrizal Terwujud, Golkar Usung FAGE jadi Paslon

FAKHRIZAL DAN GENIUS

JAKARTA, HARIANINDONESIA.ID – Target politik Fakhrizal maju bareng dengan Genius Umar pada Pilgub Sumbar terwujud. DPP Golkar dalam surat keputusan yang diteken Ketumnya Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewidjk F. Paulus tanggal 19 Agustus 2020 mengusung keduanya sebagai calon Gubernur Sumbar periode 2020-2025.

Surat Keputusan yang berisi rekomendasi pengusungan Fakhrizal dan Genius tersebut sekaligus memupus spekulasi tentang majunya mantan Kapolda Sumbar (2016-2019) tersebut dalam pencalonan Gubernur Sumbar.

“Alhamdulilllah, surat rekomendasi sudah saya terima langsung dari Bapak Ahmad Doli Kurnia (Wakil Ketua Umum Golkar),” kata Fakhrizal lewat keterangan tertulis, Jumat 21 Agustus 2020 seperti dikutip Tempo.co.

Surat rekomendaai itu diterima Fakhrizal di kantor DPP Golkar Slipi, Jumat (21/8).

Menurut Fahkrizal, rekomendasi dari Golkar itu menjadi modal untuk mencari dukungan dari dua partai lain, yaitu Nasdem dan PKB. “Semoga dukungan ini lengkap, dan kami bisa segera mendaftar,” ujar Fakhrizal.

Sebelumnya upaya Fakhrizal dan Genius kandas maju dalam pencalonan melalui jalur independen. Rapat Pleno KPU sumbar membatalkan pencalonan Fakhrizal dan Genius karena KTP dukungannya tidak cukup.

Kemudian berkembang spekulasi bahwa ada dugaan verifikasi faktual berkas KTP pengusungan Fakhrizal dan Genius dari jalur independen sengaja diciptakan gagal karena ada kepentingan dari kelompok tertentu supaya Fakhrizal dan Genius batal maju dalam pencalonan gubernur Sumbar.

Setelah poros baru yang terdiri dari tiga partai Golkar, Nasdem dan PKB membuka pencalonan, maka Fakhrizal dan Genius ikut mendaftar bersama sepuluh kandidat lainnya. Menarik pernyataan Fakhrizal usai mendaftar bersama Genius bahwa dirinya tidak akan maju dalam pemilihan gubernur Sumbar jika tidak berpasangan dengan Genius Umar.

Ketegasan sikap politik Fakhrizal ini diamini oleh Partai Golkar yang memberikan rekomendasi Fakhrizal dan Genius maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

SIMAK JUGA :  Jokowi: Relawan Harus Lebih Militan

Alhamdulilllah, surat rekomendasi sudah saya terima langsung dari Bapak Ahmad Doli Kurnia (Wakil Ketua Umum Golkar),” kata Fakhrizal lewat keterangan tertulis, Jumat 21 Agustus 2020.

Menurut Fahkrizal, rekomendasi dari Golkar itu menjadi modal untuk mencari dukungan dari dua partai lain, yaitu Nasdem dan PKB. “Semoga dukungan ini lengkap, dan kami bisa segera mendaftar,” ujar Fakhrizal.

Sebelumnya upaya Fakhrizal dan Genius kandas maju dalam pencalonan melalui jalur independen. Rapat Pleno KPU sumbar membatalkan pencalonan Fakhrizal dan Genius karena KTP dukungannya tidak cukup.

Kemudian berkembang spekulasi bahwa ada dugaan verifikasi faktual berkas KTP pengusungan Fakhrizal dan Genius dari jalur independen sengaja diciptakan gagal karena ada kepentingan dari kelompok tertentu supaya Fakhrizal dan Genius batal maju dalam pencalonan gubernur Sumbar.

Setelah poros baru yang terdiri dari tiga partai Golkar, Nasdem dan PKB membuka pencalonan, maka Fakhrizal dan Genius ikut mendaftar bersama sepuluh kandidat lainnya. Menarik pernyataan Fakhrizal usai mendaftar bersama Genius bahwa dirinya tidak akan maju dalam pemilihan gubernur Sumbar jika tidak berpasangan dengan Genius Umar.

Ketegasan sikap politik Fakhrizal ini diamini oleh Partai Golkar yang memberikan rekomendasi Fakhrizal dan Genius maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

Persoalan majunya Fakhrizal sebagai calon gubernur itu sempat diprotes oleh anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dalam rapat dengar pendapat dengan Kapolri Jenderal Idham Azis pada November 2019. Namun saat itu Fakhrizal membantah soal tersebut.  Kendati dia membenarkan banyak tokoh masyarakat yang meminta dirinya maju menjadi calon gubernur

Pada 6 Desember 2019, melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3229/XII/KEP/2019, posisi Fakhrizal digantikan Irjen Toni Harmanto sebagai Kapolda Sumatera Barat. Fakhrizal dimutasi ke Mabes Polri bertugas sebagai Analisis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.

(awe/*)

.