PAYAKUMBUH – Tan Malaka adalah seorang tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang sangat berpengaruh. Lahir pada tanggal 2 Juni 1894 di Pandam Gadang, Suliki, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Tan Malaka dikenal sebagai seorang pejuang, penulis, dan pemikir yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, Tan Malaka juga dikenal sebagai seorang penulis yang produktif, dari beberapa bukunya yang banyak digemari seperti, “Naar de Republiek Indonesia” (Menuju Republik Indonesia) yang diterbitkan pada tahun 1925. Tan Malaka meninggal pada tanggal 21 Februari 1949, di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, dan diangkat sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional Indonesia pada tahun 1963
Buku dan perjuangan pahlawan karismatik ini banyak diidolakan kaum pergerakan. Salah satunya Fitrayanto (FYT) Anggota DPRD dan sekaligus Ketua DPC PPP Payakumbuh.
Tan Malaka dimata Fitrayanto adalah, salah seorang tokoh nasional yang dijuluki sebagai Bapak Republik Indonesia. Banyak gagasan dan ide-ide beliau yang digunakan oleh Soekarno dan Hatta dalam pembentukan Republik Indonesia. Banyak pemikiran beliau yang di adopsi untuk dijadikan sebagai dasar negara.
“Kita sebagai orang Sumatera Barat, khususnya masyarakat Luak 50 tentu merasa bangga dengan sosok Tan Malaka. Seorang putra dari Pandam Gadang, Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota yang menjadi seorang pejuang nasional, dan yang ikut berkontribusi besar dalam Kemerdekaan RI, tentunya kita harus terus mengenang jasa baliau dan terus menghargai perjuangan nya untuk republik ini,” ujar Fitrayanto sesaat sebelum acara Diskusi Publik Mengenang 76 tahun gugurnya Bapak Republik Indonesia Tan Malaka di Kediri Jawa Timur. (Gil)







