JAKARTA, Harianindonesia.id ‐‐
Dua survey nasional, Litbang Kompas dan INDEFF menempatkan Ganjar Pranowo sebagai Capres paling memuaskan publik dan mendapatkan sentimen positif paling tinggi dibandingkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Litbang Kompas dalam rilis survei terbaru terkait gelaran debat Pilpres ketiga pada Minggu (7/1) malam menyebutkan secara umum responden paling puas dengan penampilan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo.
Ganjar memperoleh 79,7 persen suara responden yang mengaku puas. 18,8 persen sisanya menjawab tidak puas, dan 1,5 persen lainnya menjawab tidak tahu.
Kemudian capres nomor urut 1 Anies Baswedan mendapatkan 71,4 persen yang puas; 26,3 persen yang mengaku tidak puas; dan 2,3 persen lainnya mengaku tidak tahu.
Sementara untuk capres nomor urut 2 Prabowo Subianto, hanya 48,9 persen responden yang mengaku puas. Sisanya, 50,4 persen mengaku tidak puas; dan 0,7 persen lainnya menjawab tidak tahu.
Hasil jajak pendapat Litbang Kompas saat debat berlangsung menunjukkan bahwa 63,3 persen dari responden survei menonton acara debat, baik sendiri, bersama keluarga, maupun dalam acara menonton bersama dengan kawan atau komunitas.
Apabila dibandingkan dengan debat capres dan cawapres sebelumnya, tingkat antusiasme kali ini memang sedikit menurun. Pada debat cawapres lalu, sebanyak 66,5 persen dari responden menyatakan menonton.
Namun apabila dibandingkan dengan debat perdana, tingkat antusiasme ini mengalami kenaikan. Antusiasme publik pada debat perdana di bawah 60 persen
Litbang Kompas selanjutnya melakukan survei dengan tiga aspek yang dinilai dan ditanyakan kepada responden.
Pertama, pada aspek kemampuan menjawab pertanyaan dengan lancar dan jelas, hasilnya Anies dan Ganjar seimbang dengan nilai 7,4 dari 10. Sementara Prabowo mendapatkan nilai 6,9.
Kedua, aspek penguasaan masalah yang didiskusikan. Responden menjawab Ganjar paling baik dengan perolehan 7,4 dari 10. Lalu Anies mendapat 7,2 dan Prabowo memperoleh 6,9.
Ketiga, aspek penampilan kandidat di atas panggung, termasuk pakaian, sikap, dan ekspresi yang ditunjukkan. Hasilnya, paling banyak Anies dengan 7,9 dari 10. Kemudian Ganjar 7,8 dan Prabowo 7,1.
Litbang Kompas juga menanyakan, apakah pilihan Pilpres responden akan berubah setelah menyaksikan gelaran debat kedua capres itu. Jawabannya, 77,5 persen responden tetap memilih paslon sebelum debat berlangsung.
Kemudian 10,5 persen lainnya menjawab akan berubah haluan; dan 12 persen menjawab tidak tahu.
Adapun survei dilakukan melalui telepon pukul 19.30-22.00 WIB di hari yang sama. Sebanyak 210 responden dari seluruh Indonesia diwawancara.
Sampel ditentukan secara acak dari responden panel Litbang Kompas sesuai proporsi jumlah penduduk di setiap provinsi. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian kurang lebih 6,76 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
Kendati demikian, kesalahan di luar pengambilan sampel dimungkinkan terjadi. Pengumpulan pendapat sepenuhnya dibiayai oleh harian Kompas (PT Kompas Media Nusantara).
Ganjar Raih Apresiasi Tertinggi
Sementara itu, Data Analyst Continuum INDEF Maisie Sagita dalam dalam diskusi publik “Mengurai gagasan capres tentang geopolitik dan pertahanan” yang digelar Continuum secara daring, Senin (8/1) menyebutkan bahwa Ganjar Pranowo mendapat sentimen positif paling tinggi dengan capaian 81,7 persen. Disusul oleh Prabowo dengan 61,6 persen dan Anies pada 47,9 persen.
“Kalau dari sisi sentimen sendiri, justru Pak Anies yang tadi mendapat sorotan paling banyak itu mendapatkan kritikan paling banyak dibandingkan Pak Prabowo dan Pak Ganjar. Anies sendiri sentimennya hanya 47,9 persen atau kurang 50 persen. Sedangkan sentimen paling tinggi dimiliki oleh Pak Ganjar dengan 81,7 persen,” jelas Maisie seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Sementara Prabowo tercatat mendapat sentimen di angka 61,6 persen.
Data yang dianalisa Continuum itu berasal dari media sosial YouTube dan TikTok tentang debat capres pada Minggu (7/1) malam.
Terdapat total 51.344 perbincangan dan 29.698 akun media sosial yang dianalisa.
Rinciannya adalah 13.576 perbincangan atau komentar dari TikTok, sedangkan jumlah akunnya adalah dari 11.661 akun.
Sementara itu, Continuum menganalisa 37.768 perbincangan tiga tayangan langsung debat capres dari YouTube Komisi Pemilihan Umum (KPU), KompasTV, dan Narasi. Perbincangan tersebut berasal dari 18.037 akun YouTube. (*)
Awaluddin Awe dari berbagai sumber







