Yusril: Koalisi Keumatan Fatamorgana, GNPF Abstain di Pilpres

  • Bagikan

JAKARTA,- Melalui Instagram pribadinya, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menyatakan koalisi keumatan hanya fatamorgana. Koalisi tersebut digaungkan oleh pimpinan FPI Rizieq Shihab yang meminta Gerindra, PAN, PKS, dan PBB agar berkoalisi.

“Koalisi keumatan itu hanya fatamorgana yang tidak pernah ada di alam nyata. PBB tidak pernah terlibat di sana, bahkan kita komplain nama kita dibawa-bawa tanpa pernah diajak bicara,” tulis Yusril di akun Instagramnya, yusrilihzamhd, Senin 13 Agustus 2018.

Yusril mengatakan, berkali-kali sekjen dan fungsionaris DPP PBB menghubungi Partai Gerindra dan PAN mengenai koalisi yang digagas Habib Rizieq, tetapi tidak ada respons sama sekali.

“Kita sudah sering bantu Gerindra, tetapi ketika partai kita terpuruk dikerjain KPU, apakah ada sekedar salam menunjukkan simpati kepada kita? Baik Gerindra, maupun PKS, PAN yang disebut Koalisi Keumatan itu tidak pernah ada,” lanjut Yusril.

Simpati malah datang dari partai sekuler ketika 21 Dapil kita (21 Dapil PBB) diganjal di KPU. Sekjen dan Ketumnya menawarkan diri menjadi saksi di Bawaslu untuk mengatakan bahwa mengapa KPU tidak adil kepada PBB, sementara partai mereka juga terlambat menyerahkan data caleg.

“Kesan saya, bagi Gerindra, PKS dan PAN, PBB ini lebih baik masuk liang lahat daripada tetap ada. Begitu juga ketika keluar Keputusan Ijtima Ulama yang jauh menyimpang dari rekomendasi sebelumnya, mana ada protes dari DPW?” tutur Yusril.

Terkait unggahan Instagram Yusril tersebut, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera bakal membujuk Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra agar masuk barisan pendukung Prabowo Subianto. Dia mengaku telah mengajak calon wakil presiden Sandiaga Uno silaturahmi ke Yusril.

“Saya sudah bincang dengan Bang Sandi ayo segera silaturahim karena PBB kan partai peserta pemilu. Partai peserta pemilu kan punya struktur yang sudah terverifikasi ketimbang relawan apapun. Menurut saya karena itu tinggal didatangi,” kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2018).

SIMAK JUGA :  Polri Tangani Evakuasi Wisatawan

Mardani mengatakan, partai yang hadir dalam Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) seluruhnya mendukung Prabowo, kecuali Yusril yang hadir hari itu dan belum memberikan dukungannya untuk Prabowo.

Sementara itu, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) segera menggelar Ijtima’ Ulama II, untuk menyikapi perkembangan politik terkait pemilihan presiden (pilpres). Ketua Umum GNPF Ulama Ustaz Yusuf Muhammad Martak mengatakan, ada kemungkinan GNPF akan abstain di pilpres 2019.

“Hasilnya akan banyak kemungkinan. Bisa saja kami menyatakan abstain. Artinya umat dipersilakan memilih sesuai keinginannya masing-masing, tidak dikomando ulama,” Kata Ustadz Yusuf.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *