BNN Prov Riau Minta Hukum Berat Polisi Yang Terlibat Sindikat Narkoba

  • Bagikan

PEKANBARU,harianindonesia.id – Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari tampak begitu kesal dengan tertangkapnya seorang oknum anggota Polres Bengkalis yang terlibat sindikat narkoba internasional.

Arman dalam keterangan persnya di Kantor BNN Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Rabu, bahkan meminta kepada hakim agar oknum anggota polisi berpangkat Brigadir itu di hukum seberat beratnya menyusul barang bukti yang disita dari tangan tersangka sangat besar berupa 10 Kilogram sabu-sabu dan 60.000 ekstasi.

“Jika nanti ini sudah diproses dan masuk ke Pengadilan harus diberikan hukuman berat. Kalau perlu hakim memvonis hukuman mati, saya kira itu pantas untuk dia,” tegas Arman.

Brigadir Rapi Rahmat, oknum personel Polres Bengkalis yang bertugas di Sektor Rupat ditangkap bersama tiga pelaku lainnya Riman, Hendra, dan Rizal di Kota Dumai, Senin (17/2) malam.

Arman langsung memimpin penangkapan itu dengan melibatkan petugas Bea dan Cukai setempat. Dari pengungkapan itu, petugas menyita 10 paket besar sabu-sabu bungkus teh aksara China bewarna hijau serta enam bungkus besar ekstasi.

Arman mengatakan bahwa Brigadir Rapi dan tiga tersangka lainnya berperan sebagai kurir. Pria dengan ciri khas rambut berkucir itu mengatakan Rapi diduga telah dua kali terlibat penyelundupan narkoba.

Penyelundupan pertama dia berhasil memasukkan 25 kilogram sabu-sabu dengan upah Rp100 juta dan yang kedua ini dijanjikan Rp150 juta.

“Saya kira ini bukan pemula. Dan saya juga bisa katakan dia bodoh jika dibayar segitu. Beberapa kurir yang kita tangkap bahkan dibayar lebih tinggi,” ujarnya.

Lebih jauh, Arman mengatakan sindikat internasional yang diungkap BNN itu masih menggunakan dengan modus lama, yakni, pengiriman barang dari Malaysia dan bertemu di tengah Selat Malaka atau dari kapal ke kapal.

“Narkoba ini menurut tersangka hanya akan diedarkan di Kota Dumai dan Pekanbaru,” ujarnya.

Saat ini, penyidik BNN masih terus mendalami keterangan para tersangka untuk mengungkap jaringan yang lebih tinggi di atas mereka. Hanya saja, dia mengatakan bahwa pola penyelundupan narkoba menggunakan jaringan terputus dengan para pimpinan berada di luar negeri.

Mereka(Bandar besar) hanya merekrut para kurir dari masyarakat, termasuk aparat untuk menjalankan tugas mereka.
Di tempat yang sama Kepala Direktur pemberantas pencucian uang BNN pusat yang di sampaikan oleh Brigjend Bahagia Dakhi akan melakukan penulusuran aliran dana dari bandar narkoba internasional ini, bahkan mengusulkan untuk di miskinkan pelaku kurir narkoba tersebut, ucap Bahagia Dakhi.

“Riau termasuk rawan penyelundupan atau menjadi pintu masuk narkoba, juga menjadi daerah rawan transit narkoba masuk ke daerah-daerah lain di Sumatera, dan juga pendistribusian ke daerah-daerah lain,” ujarnya

Team gabungan dari Bea Cukai Dumai dan BNN berhasil menyita 10 kilogram sabu dan 60 ribu pil ekstasi di Jalan Gatot Soebroto, Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan, Senin (17/2) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

(Deo Febro)

  • Bagikan
Exit mobile version