Bupati Bartim Undang Sembilan Belas SKPD Dalam Rakor

  • Bagikan

Tamiang Layang – Bupati Barito Timur (Bartim), Ampera AY Mebas pimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bartim, dalam rapat beliau mengundang 19 (sembilan belas) SKPD penghasil (PAD) untuk hadir di ruang rapat Bupati Bartim, Selasa (28/06/2022) pagi.

Adapun sembilan belas SKPD tersebut yakni, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BLUD, Dinas PUPR, Disnakertrans, DLH, Dishub, Diskominfosantik, DPMPTSP, Disbudparpora, Dinas Perternakan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Disdagkop dan UKM, Sekretariat Daerah, Bappedalitbangda, Bapenda, BPKAD, BPKPSDM dan 10 kecamatan se Kabupaten Barito Timur.

“Dimana rapat diselenggarakan sesuai dengan periode tahun anggaran 2022 triwulan II untuk mengevaluasi sejauh mana pencapaian realisasi PAD dari masing masing pos penerimaan. Selain itu, rakor dilaksanakan juga untuk mengetahui kendala dan hambatan dalam pencapaian target PAD untuk masing-masing OPD, serta hal-hal lain yang digunakan sebagai bahan untuk penentuan kebijakan lebih lanjut”, ucap Ampera.

Diketahui realisasi PAD Bartim dari rapat evaluasi sejak Januari hingga Mei 2022 sudah mencapai Rp.44.897.698.294,44,- atau 40,77 persen dari target PAD tahun 2022 sebesar Rp.110.120.070.255,-.

Bupati Ampera AY Mebas melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bartim, Dra. Herawani, MM menjelaskan ada empat jenis PAD sebagai penyumbang pundi-pundi PAD Bartim, ungkapnya.

“Sementara, keempat sumber PAD tersebut yakni, pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah”.

Diungkapnya lagi, di tahun 2022 ini pendapatan dari pajak daerah ditargetkan Rp.16.335.000.000,-, realisasinya hingga 31 Mei 2022 sebesar Rp.3.353.304.591,00 atau 20,52 persen. Sementara pendapatan dari retribusi daerah sebesar Rp.847.330.705,00 atau 6,90 persen dari target tahun 2022 sebesar Rp.12.274.005.926,-.

“Pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp.14.158.036.468,00 atau 48 persen dari target tahun 2022 sebesar Rp.29.493.207.046,-.

SIMAK JUGA :  Koppad Borneo Distrik Kapuas Akan Laksanakan Ritual Adat Manajah Antang

Sedangkan pendapatan dari sumber lain-lain selain PAD yang sah, sebesar Rp.26.539.026.530,44,- atau 52 persen dari target tahun 2022 sebesar Rp.52.017.857.283,-,” terang Herawani.

“Lanjutnya, terkait dengan belum maksimalnya pendapatan dari retribusi daerah dan pajak daerah ujar Herawani, pihaknya akan berupaya dan bekerjasama dengan SKPD penghasil PAD untuk memenuhi target PAD yang telah ditetapkan,”.pungkas Herawani. (Snn).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *