Beranda BERITA UTAMA Tan Malaka Institute Segera Temui Presiden Joko Widodo

Tan Malaka Institute Segera Temui Presiden Joko Widodo

Khatibul Umam Wiranu Direktur Eksekutif Tan Malaka Institute (Foto HI)

JAKARTA, harianindonesia.id – Pengurus Tan Malaka Institute (TMI) segera menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membicarakan kepastian makam Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri Jawa Timur.

“Memang kami menyurati Presiden untuk audiensi tentang kepastian makam Tan Malaka di Kediri dan juga akan membicarakan hak-hak beliau (Tan Malaka) sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional,” kata Direktur Eksekutif Tan Malaka Institute Khatibul Umam Wiranu seusai rapat di Kukusan, Depok, Jawa Barat, Minggu ( 8 Oktober 2017)

Menurut anggota DPR RI ini, pihaknya sudah mengirim surat untuk audiensi kepada Presiden Joko Widodo.

“Di bulan November yang kita kenal sebagai Hari Pahlawan kami ingin ketemu Presiden untuk membicarakan hak-hak Tan Malaka sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional,” kata Khatibul Umam Wiranu yang didampingi Ketua Dewan Pakar Tan Malaka Institute Prof Zulhasril Nasir dan beberapa fungsionaris TMI Bob Randilawe dan Niko Adrian Azwar.

Khatibul Umam Wiranu mengatakan, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Ir Soekarno, Tan Malaka telah ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional 23 Maret 1963, Keputusan Presiden No. 53 Tahun 1963.

“Tan Malaka Pahlawan Kemerdekaan Nasional namun sampai hari ini hak-hak beliau sebagai pahlawan belum dilaksanakan oleh pemerintah. Begitu juga makam Tan Malaka di Kediri juga belum diurus Pemerintah,” kata tokoh muda Nahdlatul Ulama ini.

Khatibul Umam Wiranu mengingatkan, pemerintah harus punya kepedulian terhadap Tan Malaka. “Tan Malaka bukan hanya Pahlawan Kemerdekaan Nasional tapi juga konseptor Republik Indonesia,” kata Umam.

Terkait dengan kepastian hasil tes DNA Tan Malaka yang sampai hari ini belum diumumkan hasilnya, Ketua Dewan Pakar Tan Malaka Institute, Prof Zulhasir Nasir mengatakan, tes DNA yang dilakukan dokter Jaya sudah identik 98 persen.

“Itu informasi yang kami terima waktu menemui Menteri Sosial. Tak alasan dokter itu menutup-nutupi hasil tes DNA Tan Malaka. Dia harus segera menyerah kan hasil tes itu ke Departemen Sosial. Dan pemerintah harus segera mengumumkan bahwa yang dimakamkan di Kediri itu adalah Tan Malaka,” kata Zulhasril Nasir.

Menurut Guru Besar Universitas Indonesia itu, Test DNA Tan Malaka sudah dilakukan sejak tahun 2009 atas inisiatif mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas.

“Pak Taufik juga yang mengeluarkan biaya untuk tes DNA tersebut. Namun hasilnya hingga kini belum dikeluarkan secara resmi oleh Dokter Jaya. Inilah yang kami pertanyakan,” kata Zulhasril dan menambahkan Tan Malaka Institute segera menemui Dokter Jaya untuk membicarakan hasil tes DNA Tan Malaka tersebut.

Seperti diketahui, Tan Malaka gugur saat memimpin perang gerilya di Kediri Jawa Timur 21 Februari 1949. Berdasarkan hasil penelusuran sejarawan Belanda Harry A. Poeze, Tan Malaka dimakamkan di Desa Selopanggung Kecamatan Semen, kabupaten Kediri.

Bertahun-tahun tidak ada yang tahu di mana Tan Malaka dimakamkan. Sebagian pihak menganggap Tan Malaka hilang dan mayatnya dihanyutkan di Kali Berantas. Namun, Poeze berhasil memastikan makam tak dikenal tersebut adalah makam Tan Malaka. “Hampir 40 tahun saya meneliti Tan Malaka,” kata Poeze.

Tahun 2009 atas inisiatif Taufik Kiemas, dilakukan pembongkaran makam dan tes DNA terhadap kerangka yang ada dalam makam tersebut. Tes DNA dilakukan terhadap Zulfikar kemenakan Tan Malaka. Namun sampai hari ini, hasilnya belum diumumkan ke publik.

10 November Kediri

Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November 2017, Tan Malaka Institute akan mengadakan berbagai kegiatan di Kediri.

“Kami akan adakan seminar dan tahlilan untuk mengenang Tan Malaka, pada tanggal 10 November 2017 di Kediri” kata Bob Randilawe Ketua Panitia Dialog Kebangsaan Tan Malaka.

Editor : Erik Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here