Beranda MANCANEGARA Ini Jurus Pamungkas China Jika Trump Masih ‘Bermulut Besar’

Ini Jurus Pamungkas China Jika Trump Masih ‘Bermulut Besar’

Jakarta, Harian Indonesia.id – China diam diam ternyata sudah menyiapkan jurus pamungkas untuk menutup mulut besar Trump yang terus ngeyel menyoalkan Virus Corona yang memang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Presiden AS Donald Trump memang sudah tidak tahan lagi melihat dampak yang ditimbulkan Virus Corona secara global. Dia memburangsang karena China tidak melakukan sesuatu yang penting untuk pencegahan virus corona.

Sebagaimana diketahui, Per Jumat (8/5/2020), virus corona asal Wuhan, China itu telah menginfeksi hampir empat juta orang di 212 negara dan wilayah sejak ditemukan pada Desember lalu. AS menjadi negara yang paling banyak memiliki kasus infeksi dan kematian akibat corona, yaitu 1.292.293 kasus dengan 76.925 kematian dan 216.916 orang yang sembuh, menurut Worldometers.

Tidak hanya itu saja, ekonomi AS, yang terbesar di dunia, banyak mengalami kerugian akibat COVID-19. Sebab, wabah ini telah membuat angka pengangguran di AS melonjak hingga utang negaranya membengkak.

Fakta tersebut telah membuat Presiden AS Donald Trump geram. Akibat kerugian yang dialami AS dan warganya, Trump sampai berniat menuntut China. Ia juga terus menyalahkan China, menganggapnya tidak becus dalam menangani wabah pada awal ditemukannya virus itu. Akibat ini, Trump juga sampai berniat menjatuhkan tarif impor baru pada China.

Ancaman Trump itu berpotensi membuka babak baru perang dagang kedua negara.

Namun, di sisi China, pemerintahan Presiden Xi Jinping jauh lebih tenang. China tidak terlalu banyak merespons serangan AS, meski diam-diam negara ini memiliki ‘senjata ampuh’ yang bisa digunakannya untuk melawan ‘serangan’ bertubi-tubi Trump. Senjata itu adalah obligasi atau Treasury AS.

Per Februari lalu, China dilaporkan memiliki Treasury AS senilai US$ 1,092 triliun, menjadikannya negara pemegang obligasi terbesar kedua di dunia. China hanya kalah dari Jepang yang memiliki Treasury senilai US$ 1,268 triliun, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA :  Pemerintah Bantah 'Bokek' Karena Corona

Jika China melepas Treasury yang dimiliki, maka kurs dolar AS bisa jeblok, harga Treasury akan merosot dan yield-nya melesat naik, suku bunga juga akan terkerek naik, pada akhirnya ekonomi AS yang sudah merosot akibat pandemi COVID-19 akan semakin nyungsep.

Sayangnya, jika China benar melepas semua kepemilikannya, hal tersebut juga akan memicu gejolak finansial global dan tentunya akan berbalik memukul perekonomian China pada akhirnya.

Oleh karena itu, kepala ekonomi ING Bank di China, Iris Pang, mengatakan China tidak akan melepas Treasury yang dimiliki dalam jumlah besar dan waktu singkat, kecuali mereka tidak punya pilihan lain.

Menurut Pang, China akan mempertimbangkan langkah-langkah lain, salah satunya mengurangi jumlah pembelian Treasury yang baru diterbitkan.

“Dalam beberapa bulan ke depan, China kemungkinan akan berhenti membeli Treasury untuk menunjukkan niatnya ke AS. Jika hal tersebut dilakukan, maka China bisa saja melepas Treasury AS setelahnya,” kata Pang, sebagaimana dilansir South China Morning Post dan dikutip CNBC indonesia.

Bukan kali ini saja China dikabarkan akan menggunakan Treasury sebagai senjata melawan AS. Persis satu tahun yang lalu, China juga dikabarkan berencana melepas Treasury saat perang dagang kedua negara sedang panas-panasnya.

Perang dagang antara AS-China telah berlangsung sejak awal 2018. Perang dagang mereka dipicu oleh rasa tidak suka Trump yang menganggap China melakukan praktik dagang yang tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual terhadap perusahaan asing yang berbisnis di negara itu. Sejak saat itu kedua negara telah saling menerapkan tarif impor hingga ratusan miliar dolar.

(awe/cnbc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here