Beranda BERITA UTAMA Perang Strategi dan Taktik Tim Ahli

Perang Strategi dan Taktik Tim Ahli

JAKARTA,- Hingga H -8 batas akhir pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2019 belum juga memunculkan nama pasangan calon yang definitif. Kedua kubu, baik kubu Joko Widodo (Jokowi) maupun kubu Prabowo hingga saat ini belum menemukan pendamping yang ideal untuk maju dalam pemilihan presiden 2019.

Koalisi partai pengusung Jokowi hingga hari ini belum juga mengumumkan nama cawapres yang akan mendampingi Jokowi. Padahal hasil pertemuan di Istana Bogor bersama para ketua partai politik sudah disepakati satu nama calon.

Begitu pula dengan koalisi pengusung Prabowo. Bergabungnya Partai Demokrat untuk mendukung Prabowo menjadi capres mengubah peta koalisi yang selama ini dinangun Gerindra dan PKS.

Namun demikian kedua kubu mengaku sudah memiliki tim ahli yang akan menyusun visi-misi pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Sekjen PPP Arsul Sani menjelaskan, saat ini Jokowi mengatakan ia telah memiliki tim ahli yang bertugas menyusun visi-misi.

“Kalau soal visi-misi kami bertanya kepada Pak Jokowi apakah kami perlu juga ikut menyiapkan, tapi menurut beliau ini sudah ada tim ahli yang sekarang sudah bekerja untuk menyusunnya,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/8/2018), seperti dikutip kompas.com.

“Nanti sebelum itu memjadi visi-misi resmi, akan disampaikan kepada partai politik untuk memberikan pengayaan lah, review, masukan. Juga ada titipan program yang tentu khas masing-masing konstituen masing-masing parpol,” kata Arsul lagi.

Sedangkan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, ada tim kecil yang terdiri dari tiga orang perwakilan dari empat partai.

“Kami sepakat sepakat tiga orang (perwakilan partai). Tiga untuk tim 1 dan tiga untuk tim 2. Jadi masing-masing 6 orang perwakilan,” ujar Muzani saat memberikan keterangan seusai pertemuan para sekjen partai politik pengusung Prabowo, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Dua tim kecil tersebut, lanjut Muzani, bertugas untuk menyusun visi misi calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh koalisi.

“Visi dan misi calon presiden pada saat dicalonkan itu harus merupakan draf yang mestinya hampir final, tidak mengalami perubahan-perubahan yang fundamental kalau ada perbaikan,” kata Muzani.

“Karena itu sejak sekarang kita harus duduk bareng untuk membicarakan tentang persoalan tersebut,” ucap Muzani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here